‘bah

Free Automatic Backlink

Lalu berjalan kakimu di kakiku
Perlahan waktu demi jarak
Larut menggrogoti pori-pori stratum kulit
Gelitik pun mengiringin risih
Terhempas bagai ngilu dalam daging
Sangat terasa hingga goyang rambut
menjadi sayup seolah menutup katup jiwa
Rapuh semakin meredup

Wahai insekta penebar cinta
Jalamu jerat ketat mangsa perut rapat
Tubuh yang lunglai sanggup mendarat
Tanpa keringat kelat

Sungguh engkau mahluk berpantang karam
sebab ilmu bijak tahluk oleh manis salam
walau akal enggan kau dapat
namun adab selalu merapat

sungguhlah hebat mahluk berkaki banyak
menjalin untaian mesra penuh gerak
di persimpangan jalan akan kau sapa kelak
takdir penantian maut berpaling manis yang kau tuai
mulai retak

sering ku lihat darah bukan merah
mungkin pudar karena pembuluh tak ada
apalah guna nalar menjalar bagai akar belukar
kalau pulang lupa pada sangkar

Tanjungkarang, penghujung bulan Agustus 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s