Petikan Kematian

Free Automatic Backlink

Telah menusuk di dekap malam
Tersiar kabar bagai petikan kematian
Menyerebak bak bau raflesia
Lesung bernisan di ujung jalan

Relung menjadi permukaan airmata
Perih mengalahkan luka
Tangis membanjiri lahan jeritan
Berjalan dengan langkah perlahan
Lalu Duduk di karal bertumpuk dahan

Melarutlah teguk tangis bersama doa
Ketika tiba di muara kesedihan
Melihat nan luas lautan
“jangan patah arang, adinda
Karena kayu yang dibakar
selalu berubah warnanya”

Tetes-tetes airmatamu, kelak menjadi bulir-bulir sukacita
5 november 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s