Tetesan

Kulihat air yang menetes di tepi ujung geribik rumah tetangga sangat cokelat
dan turun setetes demi setetes,
sebelum matahari ingin beranjak dari tempatnya di ufuk timur
Tetesan air yang jatuh dengan tulusnya jatuh ke dasar tanah
menyisihkan suara yang senduh beraturan,
tik
tik
tik
dalam heningnya kesunyian pagi alam yang selalu hadir di setiap kehidupan

Tetesan itu terus menerus turun ke dasar bumi,
mengikuti hukum gravitasi yang suci,
mengumpul jadi satu tak sendiri
dan berbekas dalam suatu waktu menjadi.

Tetesan air bisa menjadi segumpalan ombak yang besar yang menghempas butir-butir pasir dan menantang angin terbisik serta menerjang siapa saja yang ada di depannya,

(Hembusan nafas tak berarti tanpa aku bersama mu, dalam meraih impian dan cita-cita sebab, benang-benang tipis dapat menjadi gaun yang indah, kalau disulam dengan hati yang ikhlas)

31 oktober 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s