Regenerasi Pemimpin Kristen Mulai Melisis

Free Automatic Backlink

Kondisi kesatuan dan oikumene kekristenan dewasa ini diambang kritis. Berdasarkan fakta lapangan saat ini, banyaknya masyarakat Kristen saling bertikai seputaran lingkaran klasik tentang perbedaan – perbedaan yang sebenarnya tidak terlalu prinsipil. Kekristenan saat ini sudah mulai lapuk dan tidak berdaya. Pengaruh Kekristenan sudah tidak ada lagi khususnya di negara kita. Grafik menunjukkan bahwa distribusi masyarakat Kristen baik di semua segi dan bidang sudah mulai melisis. Kita dapat melihat salah satu contoh dimana di tataran pemerintahan, distribusi atau kepemimpinan umat Kristen sudah sangata jarang. Belum lagi di bidang keilmuan sudah sangat sedikit. Umat kristen terlalu sering berkutat di permasalahan konvensional di tubuh Kristen sendiri yang sebenarnya menjadi pekerjaan yang ‘buang – buang waktu’.

Banyak faktor – faktor yang mempengaruhi kekompleksitasan permasalahan ini, yang pertama adalah, gereja sebagai corong masyarakat Kristen saat ini tidak menstimulus umat Kristen untuk bisa memiliki pengaruh sesuai dengan kompetensi umat Kristen dalam bidangnya. Contoh, salah seorang umat Kristen yang bekerja di pemerintahan, tidak mendukung orang tersebut untuk memiliki pengaruh yang kuat di pemerintahan. Ada lagi kasus, dimana salah seorang umat Kristen yang concern di bidang akademik, kurang mendukung kegiatanya sebagai akademisi. Dan terlihat orang Kristen hanya sampai batas ‘orang – orang biasa’ tidak ada lagi sekarang orang Kristen yang memiliki keluarbiasaan terkait pengaruh dan kepemimpinan. Fenomena yang paradoks menurut saya jika umat Kristen sangat menjujung perjuangan dan pengaruh Yesus Kristus semasa hidupnya sedangkan umat Kristen sekarang hanya menjadi ‘orang – orang biasa’. Padahal di kitab yang kita percayai, kita sering membaca bahwa rupa manusia adalah seturut gambar-Nya. Artinya kita menjadi orang kristen harus memiliki sifat – sifat kekristenan yang sejati seperti yang pernah ditunjukkan Yesus Kristus ketika semasa hidup-Nya di dunia.
Sangat disayangkan memang jika Yesus harus sia – sia untuk datang ke dunia ketika kita tidak pernah memedomanin tindak tanduk kehidupan-Nya di dunia dengan perbuatan dan tingkah laku kita sebagai umat Kristen sekarang. Kita percaya bahwa umat Kristen yang notabene pengikut Kristus harus memiliki sifat Yesus salah satunya mempengaruhi dan menajdi pemimpin.

Lalu yang kedua adalah, adanya miss regenerasi di tubuh Kekristenan. Ini menjadi salah satu faktor kekurangpengaruhan umat Kristen karena masyarakat Kristen sebenarnya pernah memiliki pengaruh besar di segala aspek di Indonesia. Salah satunya adalah Pahlawan – pahlawan perang bangsa ini. Jika kita melayat di pemakaman pahlawan, maka sangat jarang kita melihat pemakaman phalawan yang tidak ada nisan yang bersimbolkan Salib. Hampir di semua makam pahlawan di Negara ini, ada simbol tersebut. Disini kita bisa melihat bahwa umat Kristen dulunya memiliki andil dalam memperjuangkan negara ini. Salah satu bentuk pengaruh yang baik, sehingga negara ini masih tetap bertahan pada ideologi dan landasan yang ideal.
Tetapi kurun waktu setelah itu, tidak ada lagi yang bisa melakukannya. Kita lihat saja sekarang ini, berapa banyak pahlawan – pahlawan bangsa ini seorang Kristen yang bisa membanggakan bangsa Indoneisia. Tidak banyak tentunya dan ini menjadi kepiluan kita bersama seharusnya. Kukurangaktifan para pemimpin pada proses kaderisasi menyebabkan Kekristenan menajdi miss regenarasi. Tidak ada lagi yang seperti pahlawan – pahlawan Kristen dulunya.

Faktor yang ketiga adalah, gereja terseleksi dengan transisi zaman. Banyak filosofih dan landasan – landasan gereja saat ini sudah mulai hilang akibat banyaknya gereja – gereja yang semakin bertambah. “Padahal umat kristen semakin sedikit”. Tentu ini berdampak kepada kestabilan gereja – gereja lainnya yang sudah lama berdiri. Saling mengambil jemaat dan saling menjatuhkan dengan opini – opini yang konvensional dan tidak membangun, semakin memperparah tubuh kekristenan itu sendiri. Sehingga gereja banyak fokus hanya pada memepertahankan jemaat, bukan menciptakan jemaat yang memiliki jiwa kepemimpinan seperti Yesus Krsitus. Dan yang lebih parah lagi adalah, gereja – gereja sudah saling menganggap bahwa gerejanya yang paling benar dalam semua hal.
Orang Kristen selalu membicarakan tentang kasih setiap acara kegerejaan, tetapi entah dimana kasih itu ketika gereja yang satu menggunjingkan gereja yang lainnya, ketika gereja yang satu terkena permasalahan, gereja lainnya hanya diam. Lalu dimanakah kasih itu?

Sebenarnya masih banyak faktor – faktor mengapa masyarakat Kristen sudah semakin melemah, seperti: kepedulian gereja terhadap internal jemaat tidak ada, kepedulian gereja terhadap perkumpulan pemuda yang nantinya menjadi penerus tidak ada dan gereja terlalu tabu dengan proses dinamika kehidupan dunia. Kita pasti ingat bersama bahwa Yesus sendiri pernah berkata bahwa :”Kalau begitu berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah (Lukas 20 : 25)”. Tuhan tidak melarang sama sekali kita mengambil peranan dalam dunia dan mengambil peranan dalam pelayanan demi kemuliaan Allah. Semua disediakan-Nya agar kita bisa seperti Dia memiliki pengaruh dalam dunia. Walau tidak bisa memberi makan 5000 orang plus 12 orang, setidaknya kita bisa mulai dari diri sendiri dan lingkungan untuk memiliki pengaruh.
Yohanes Leimena juga pernah mengatakan bahwa : “kita memiliki dua kewarganegaraan, yaitu warga negara Indonesia dan warga kerajaan Allah”, dan kalimat ini semakin menggamblangkan kita bahwa kita dilahirkan bukan tanpa meninggalkan pengaruh dan jejak di dunia, tetapi kita dilahirkan agar sama seperti Yesus Kristus yang pernah lahir di dunia, memiliki pengaruh dan dan jejak emas.

Melalui gambaran – gambaran diatas, sepertinya perlu ada transformasi di tubuh kekristenan. Dan ini tidak bisa dilakukan sepihak tetapi harus kolektivitas. Ini bisa dimulai dari jemaat dan gereja itu sendiri. Dan salah satu posisi sentral adalah pemuda kristen. Karena mau tidak mau yang tua aka berlalu dan yang muda akan datang. Pemuda adalah central position yang seharusnya mulai diakomodir dan dipersiapkan untuk meneruskan kara – karya Allah.
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia cabang Bandarlampung melihat Pemuda Kristen sebagai peluang ke depan dalam menanggulangi acaman – ancaman yang lebih serius dalam mematikan karakter kekristenan. Apalagi kekristenan pada saat ini semakin didiskreditkan oleh pihak dalam dan luar kekristenan itu sendiri. Pihak dalam adalah orang – orang kristen yang terlalu radikal dan kekeuh dengan ajaran gerejanya sendiri, yang sama sekali tidak relevan dengan Kritus sehingga menciptakan percikan – percikan di internal kristen. Dan faktor luar adalah, isu SARA masih sangat kuat di bangsa ini. Diskriminasi yang tinggi dimana – mana mengakibatkan kita terjepit pada sebuah ruangan yang sebenarnya sudah disempitkan oleh umat kristen sendiri. Kesatuan kita juga yang sangat lemah menjadi penyebab semakin sempitnya ruang gerak orang kristen.
Untuk itu, sangat perlu mulai membenahi tubuh Kristen dengan saling membuka pemikiran dan menjalin harmonisasi gereja.

Oleh karena itu, kita harus menaruh perhatian atas gejala ini dan ingin kembali menyatukan dan memperkuat tubuh krsiten melalui gereja – gereja khsusunya pemuda gereja. Dan metode untuk itu adalah dengan melakukan kegiatan bersama, yaitu seperti DISKUSI ANTAR PEMUDA GEREJA. Dalam kegiatan ini diharapkan nantinya tidak ada lagi sekat – sekat antar dedominasi gereja. Semua satu dihadapan Tuhan. Dan esensinya adalah bagaimana bisa kembali mempererat hubungan kekristenan dan bagaiaman bisa menatap masa depan sesuai dengan Alkitab dan Amanah Yesus Krsitus. Serta bagaiaman bisa menciptakan keoikumeneaan seperti doa Yesus, “supaya mereka semua menjadi satu (Yohanes 17 : 21)”.

Harapannya, kegiatan ini bisa mendapat dukungan baik dari gereja ,masyarakat Kristen dan organisasi kekristenan lainnya, agar pelayanan ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan esensi yang ada. Untuk itu mari bersama – sama kita saling mendukung dan bekerja serta berdoa agar kita sebagai pengikut Kristen bisa berbuat lebih banyak dalam mempengaruhi menurut kasih seperti yang pernah dilakukan Yesus ketika terlahir ke dunia.

Bagaimana menurut Anda???

Hendry R.P.D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s