KETIKA ANGKA 15 MENJADI MASA PUBERTAS IMPIAN


Free Automatic Backlink

Pada kurun beberapa tahun ini, tak pernah ‘dingin’ jika berbicara tentang permasalahan ekonomi dan lingkungan hidup. Kedua ranah ini memang selalu menjadi kajian hangat baik di media, di masyarakat sampai pada tataran pemerintahan khususnya di provinsi Lampung yang membuat pusing lima belas keliling. Sudah barang tentu bahwa setiap masalah harus dipecahkan dengan concret solution, bagai penyakit memerlukan obat agar sembuh. Tetapi sejauh ini apakah Solve Problem sudah ditemukan untuk mengatasi kesenjangan yang ada? Dan bagaimana pula mekanisme logis dan rasional yang harus dilakukan untuk menyelesaikan setiap permasalahan?

Di provinsi Lampung, tidak banyak institusi yang memerhatikan ini secara intens, baik itu perkembangan ekonomi daerah maupun kondisi lingkungan hidup yang semakin memburuk. Terkait perekonomian daerah, hasil survei mengatakan bahwa Lampung merupakan provinsi kedua……termiskin se-Sumatera. Disamping itu Lampung juga menjadi provinsi ke- 10 yang merupakan daerah buta huruf terbanyak se – Indonesia. (kompas.com)
Belum lagi masalah lingkungan yang terjadi di Bumi Ruwai Jurai, membuat masyarakat semakin penat saja. Beberapa contoh permasalahan lingkungan di Lampung sebenarnya merupakan permasalahan klasik namun sampai saat ini, belum ada format yang sesuai untuk mengatasi kesenjangan – kesenjangan tersebut.
Polusi udara di provinsi ini merupakan salah satu contoh permasalahan lingkungan yang menjadi pemandangan biasa jika berjalan melintasi jalan lintas Sumatera. Sketsa yang memilukan saat melihat asap – asap pabrik ‘lalulalang’ tanpa permisi. Menyebabkan polusi udara yang kian menyesakkan paru-paru. Kemudian permasalah lingkungan yang lain ialah pengerusakan hutan mangrove (bakau) dan mempengaruhi kelangsungan hidup spesies – spesies yang terdapat di ekosistem Mangrove. Dan ini berdampak pada keberlangsungan biodiversitas. Sehingga untuk tahun ini saja sudah banyak spesies yang terdapat di ekosistem Mangrove, mengalami kepunahan.

Kita tidak bisa membayangkan wajah Lampung ini bentuknya seperti apa setelah beberapa tahun nanti, jika realitas yang ada tidak berubah atau mungkin semakin parah dan lagu lama selalu diperdendangkan, sehingga pintu penyesalan akan segera menghampiri.
Kekondisian kebanyakan masyarakat sekarang ialah cendrung berpikir pragmatis menyikapi kesenjangan – kesenjangan yang muncul walau sebenarnya itu semua juga diakibatkan perilaku kita sendiri. Mau tidak mau kita harus bisa menerima kenyataan pahit kalau sketsa wajah Lampung akan tersayat-sayat oleh perilaku kita sendiri.

Tangga ke – 15
Tidak banyak institusi yang memperhatikan gambaran seperti ini, bukan berarti tidak ada sama sekali. Artinya bahwa masih ada institusi yang peduli untuk meningkatkan kemajuan dan perkembangan provinsi Lampung khususnya tentang kedua ranah di atas. Ialah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII (Persero), yang telah melakukan beberapa concret solution untuk menjawab kesenjangan yang ada di provinsi ini.
Dalam mengembangkan perekonomian Provinsi Lampung, PTPN VII telah banyak melakukan serangkaian kegiatan sejak 15 tahun yang lalu hingga sekarang. Kegiatan bersifat professional telah dilakukan salah satunya ialah ketika pertengahan tahun 2010 dimana PTPN VII melakukan sebuah revitalisasi kebun dan pabrik gula di Bungamayang dan Cintamanis. Kegiatan ini sangat positif karena akan mendukung perkembangan perekonomian daerah serta membantu pencapaian industri gula BUMN dalam kurun 2009 – 2014. Bahkan kedepan, harapannya ini menjadi awal untuk menciptakan swasembada gula nasional. Tentunya kegiatan yang dilakukan oleh PTPN VII dapat di eksplorasi demi kemajuan daerah Lampung secara khuusus dan Indonesia secara umum.
Kemudian satu catatan lagi terkait peran PTPN VII terhadap perkembangan perekonomian daerah Lampung adalah mengadakan suatu kerjasama kemitraan dengan petani tentang pembangunan kebun plasma sawit di Rawapitu. Kegiatan ini nantinya dapat ber-impact terhadap kesejahteraan para petani di Rawapitu – karena sebenarnya tanah di Rawapitu tidak produktif untuk ditanami tanaman pangan. Namun dengan diadakannya program kebun plasma sawit oleh PTPN VII, kerja – kerja para petani akan lebih optimal dan diharapkan dapat meningkatkan keuntungan yang akan didapat oleh petani Rawajitu.
Dan tidak mengherankan kalau PTPN VII (persero) di penghujung bulan November tahun 2010 berhasil memperoleh beberapa prestasi di ranah ekonomi yang cukup membanggakan daerah Lampung, dimana PTPN VII (Persero) mendapat penghargaan sebagai Mitra Binaan UMKM Terbaik peringkat ke-2 dan SDM Terbaik peringkat ke-4 serta Manajemen Pemasaran Terbaik peringkat ke-4 dalam acara Anugerah Business Review.
PTPN VII juga memperoleh nominasi sebagai Perusahaan Non-Tbk. (nonlisted) Terbaik peringkat ke-5, dari 100 perusahaan peserta yang dinilai dalam kegiatan tahunan itu. (Lampungpost, 30 November 2010)
Suatu kebanggaan tentunya, dimana PTPN VII telah melakukan sebuah proses untuk mengangkat eksistensis Lampung se- Nasional dan mengembangkan perekonomian khususnya provinsi ini.
Kemudian selain dalam ranah ekonomi, PTPN VII juga sangat sering bersentuhan dengan ranah lingkungan hidup. Bergerak dalam bidang pengelolahan terhadap salah satu hasil bumi merupakan indikator bahwa PTPN VII sangat erat jika dikaitkan dengan lingkungan.
Kepedulian terhadap lingkungan hidup sebenarnya telah giat diwacanakan sejak tahun kemarin, ketika HUT ke -14 PTPN VII (Persero), dan terangkum dalam tema kegiatan HUT PTPN VII. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian PTPN VII terhadap lingkungan cukup antusias. Hingga sekarang tema di tangga ke – 15 ini juga masih berhubungan dengan lingkungan. Kepedulian atas kelestarian lingkungan dipandang penting dewasa ini oleh beberapa instansi termasuk PTPN VII (Persero).

Menurunkan Angka pengangguran di Lampung
Di perjalanan PTPN yang dibentuk berdasarkan PP No. 12 Tahun 1996 dan genap di usia ke – 15 pada bulan maret ini, mempunyai kontribusi yang cukup tinggi mengurangi angka pengangguran di provinsi Lampung secara khusus.
Badan Pusat Stastistik Lampung mencatat pada bulan Februari 2009 hingga bulan Agustus 2009, angka pengangguran berkurang 9,52 persen. Beberapa pengurangan pengangguran terjadi di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perburuan. Peran PTPN VII dalam pengurangan pengangguran di tahun 2009 cukup mencolok. Sektor – sektor diatas merupakan bagian sektor yang berhubungan dengan bidang kerja PTPN VII. Sehingga mau tidak mau PTPN VII mempunyai andil terhadap pengurangan angka pengangguran. Dan penurunan angka, pengangguran di tahun 2009, sangat diapresiasi oleh Ketua BPS Lampung pada saat itu.

PTPN VII memang sangat menaruh perhatian lebih terhadap angkatan kerja dan tingkat pengangguran di wilayah Sumatera bagian Selatan khususnya daerah Lampung. PTPN yang sudah memiliki 25 unit usaha kebun ini, hampir tiap tahunnya selalu membuka lowongan pekerjaan. Terhitung sejak lima tahun belakangan ini, PTPN VII selalu membuka lowongan pekerjaan secara intens dan dengan sosialisasi secara menyeluruh. Cakupan jurusan yang diterima juga cukup banyak. Mulai dari bidang pertanian dan teknik. Kriteri jenjang pendidikan untuk Diploma 3 (D-3) juga berkesempatan bekerja di PTPN VII (Persero) asalkan bidang ilmu disesuaikan dengan kriteria instansi. Sehingga mahasiswa yang sudah lulus dari bangku perkuliahan, yang bergelar Sarjana maupun D-3 bisa mencoba mengajukan lamaran kerja kepada pihak PTPN VII.
Perspektif saya bahwa dengan melakukan pembukaan lowongan pekerjaan dan melakukan penyeleksian secara sistematis, PTPN VII selain mengurangi pengangguran di daerah juga akan mendapatkan SDM yang berkompeten dan profesional. Kompleksitas salah satu proses pengurangan pengangguran ini merupakan bagian komitmen PTPN VII (Persero) dimana PTPN VII selalu menjaga kualitas SDM untuk menghadapi persaingan yang terjadi di era globalisasi sekarang ini.

Keberadaan PTPN VII (Persero) sebagai instansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengakomodir dan membudidayakan kebun-kebun se- Sumbagsel (termasuk di daerah Lampung) dapat dikatakan cukup positif. Instansi yang bekerja mengakomodir hasil-hasil perkebunan, diantaranya : teh, sawit, karet, gula, kopi dan kakao – selalu memberikan terobosan baru yang tidak saja menguntungkan instansi ini tetapi juga memberikan laba atau keuntungan kapada petani. PTPN VII dalam mengurangi angka pengangguran juga berperan aktif. Dilakukannya penerima pekerja secara berkala merupakan bentuk konkrit pengatasan angka pengangguran yang semakin lama semakin meningkat. Selain pengelolahan terhadap hasil bumi, PTPN VII juga telah melakukan banyak hal yang berhubungan tentang bidang perkebunan.
Dan di usia yang sebentar lagi akan memasuki usia ke – 15, semoga PTPN VII (Persero) semakin eksis dan tetap menjaga partisipatif terhadap rakyat dan para petani demi mengembangkan masyarakat khususnya masyarakat Lampung.

22 Februari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s