SEPERTI RAPUH KELOPAK MAWAR ATAU KOKOH AKAR ANGGREK

Gugur kelopak mawar di halaman rumputan basah
Entah karena embun yang berat
Atau kala ekspirasi alam menghembus kesiur udara
Lalu merahnya menimpa hamparan hijau
Menengadah biru langit
Helai demi helai lepas pasrah dari tangkainya
Tergeletak namun seutuhnya tak menyentuh tanah
Sebab mendarat diatas rumputan

Seperti rapuh kelopak mawar
Pendar cahaya mulai memudar
Sang ratu kembang mengandung dasar diri
Sebagai penghias padang nusantara ini

Engkau pun uzur, merunduk dan gugur
Masuk ke lubang gambut
Bersemayam hingga lalap api meniadakanmu
:hanya kepulan asap tersisa dari sang ratu kembang

Ada juga akar anggrek menjalar bagai belukar
Melilit batang arang
Meliuk – liuk namun kokoh;
Merambat;
Tebal.
Kebal memang akar
Walau nyengat anyir tak semerbak sang ratu kembang

Seperti rapuh kelopak mawar atau kokoh akar anggrek
Tumpukan puzzle kepulauan ini
Dideru letup prasangka
;Seakan mengoyak rajutan kain dua warna
Atau melucuti bulu-bulu garuda

Saudara,
Masihkah badan berjubah amarah
Dan bermahkota prahara
Hingga tiada lagi uluran tangan dan sapaan hangat

Memandang lambaian sang saka dan kepak sayap garuda
Menatap kemilau permata di palung lautan
Menyaksikan keindahan cakrawala
Membujur selaksa jalan
Ketenangan negeri ini

Bandarlampung, 08 Maret 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s