DAMPAK KENAIKAN PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR

Penggunaan Motor sudah tidak terbendung lagi. Hampir di setiap rumah terparkir sepeda motor, mulai dari pedeseaan hingga perkotaan, setidaknya memiliki satu motor per rumah. Dan dapat dilihat di jalan – jalan, kehadiran motor semakin pesat.
Ketika pertama sekali menjadi mahasiswa di salah satu universitas di kota Bandarlampung, aku melihat hanya sedikit motor yang terparkir di tempat parkir dan saat itu masih banyak mahasiswa yang berjalan kaki maupun naik angkutan umum. Lahan parkir kampus pun masih sepi dan banyak yang lowong. Suara bingar – bingar motor juga masih jarang kedengaran. Setidaknya tidak terlalu mengganggu aktivitas perkuliahan dalam kelas. Kasus – kasus pencurian motor juga masih jarang. Tahun 2007 pertama sekali saya menjadi mahasiswa Universitas tersebut, trotoar – trotoar yang ada di pinggir – pinggir jalan masih sering dilalui para pejalan kaki, baik dosen ataupun mahasiswa. Dan ini bertahan selama satu tahun setelah saya mahasiswa.
Setelah itu,tahun 2008, keadaan perlahan – lahan mulai berubah. Mahasiswa yang berjalan kaki di pinggir – pinggir jalan mulai berkurang. Bingar – bingar suara motor mulai melonglong di universitas. Dan lahan parkir berangsur – angsur mulai ramai di huni para motor mahasiswa ataupun dosen – dosen.
Seiring bertambahnya motor yang berkeliaran di Universitas, kasus – kasus curanmor pun semakin banyak. Tercatat setiap tahun sejak 2008 ada saja yang kehilangan motor di lahan parkir Univesitas. Bahkan pelakunya rata – rata merupakan mahasiswa yang berkuliah di universitas ini.
Hasrat untuk memiliki motor ternyata tidak kesampaian sehingga harus mencuri motor di universitas.
Dan dari tahun – ke tahun hingga tahun 2011, kenaikan pengguna motor yang ada di universitas semakin tinggi.

Banyak latar belakang yang menimbulkan terjadinya kenaikan pengguna motor yang sangat berdampak ke segala hal. Pertama adalah, pembelian motor sudah dimudahkan dengan pembelian secara kredit dengan DP yang murah. Perusahaan motor memiliki strategi yang jitu untuk memancing minat para masyarakat untuk membeli dan memiliki motor. Kemudahan – kemudahan yang ditawarkan cukup menggiurkan masyarakat. Terbukti pendirian dealer – dealer motor semakin meningkat diiringi dengan permintaan masyarakat untuk membeli motor. Selain kemudahan – kemudahan yang ditawarkan juga pihak perusahaan motor memberikan souvenir dan hadiah yang menarik, sedikit banyak menarik perhatian masyarakat untuk membeli motor.
Yang kedua adalah, motor – motor yang ada di pasaran tidak lagi didominasi oleh perusahaan motor jepang. Kini perusahaan motor – motor dari negara lainnya seperti India dan China semakin menggeser pabrikan – pabrikan motor jepang. Motor – motor yang ditawarkan dari pabrikan negara lain ini, harganya cenderung lebih murah dari harga yang ditawarkan pabrikan Jepang. Dan selain harga yang lebih terjangkau, model serta kualitas juga tidak kalah dibangdingkan dengan motor pabrikan jepang. Sementara prsedur pembelian juga hampir sama dengan prosedur pembelian motor – motor jepang. Memang ada paradigma bahwa motor pabrikan China khususnya, sering meniru model – model motor dari pabrikan jepang. Sehingga ketika masyarakat membeli motor – motor Cpabrikan China, tidak merasa ‘minder’ ataupun ‘kurang gaul’. Oleh karena itu minat masyarakat semakin banyak untuk memiliki motor baik motor pabrikan Jepang, Pabrikan China ataupun lainnya. Faktor ketiga adalah, adanya pengaruh psikir dari dalam diri ketika tidak memiliki motor ataupun menggunakan motor ketika mau berpergian kemanapun. Masyarakat seperti merasa malu ketika harus berjalan kaki untuk berpergian ke suatu tempat. Ini terlihat dewasa ini di Universitas, banyak mahasiswa yang menjadi malas kemana – mana jika tidak dengan menggunakan motor karena merasa minder jika harus berjalan kaki. Sehingga tidak sedikit mahasiswa termotivasi untuk memiliki motor sebagai bentuk operasional dan sudah menjadi salah satu pendukung mahasiswa dalam proses perkuliahan.

Pada dasarnya faktor – faktor diatas memiliki hulu yang sama. Lebih jauh bisa kita lihat akar fenomena yang terjadi saat ini. Kenaikan penggunaan motor saat ini sebenarnya adalah dampak terlalu terbukanya perdagangan yang terjalin dengan luar negeri. Pemerintah membuka seluas – luasnya negara kita untuk menampung negara – negara lain untuk mengimpor barang – barang mereka dan masuk serta diperjualbelikan di daerah – daerah. Negara tidak membatasi laju pendistribusian dan pengimporan barang – barang luar negeri dalam hal ini kendaraan bermotor. Segala jenis dan model serta asal muasalnya dapat masuk ke dalam negara kita. Diakui atau tidak ini adalah dampak dari implementasi kebijakan AFTA-China dan kebijakan lainnya yang mengara ke Noeliberal.
Jika dikaji lebih dalam, pemerintah memiliki petimbangan yang kuat untuk menerapkan kebijakan seperti ini. Pemerintah membutuhkan pemasukan ke kas negara yang diperoleh dari pajak barang – barang yang masuk dari luar negeri. Tentunya semakin banyak barang yang masuk, maka pendapatan negara juga semakin banyak. Pertimbangan ini menajdi hal yang mendasar sehingga pemerintah sangat mendukung masuknya barang – barang luar negeri ke dalam negari.
Kemudian pertimbangan yang lain adalah, hubungan diplomasi yang terjalin dengan negara lain ternyata mempengaruhi hal ini. Keterikatan negara kita terhadapa hubungan diplomasi baik kerjasama ataupun sebagai peminjam utang negara kita, membuat negara ini merasa terjepit dan pemerintah tidak erani mengambil resiko dan spekulasi. Sehingga gambaran ini semakin lama semakin meningkat. Dan barang – barang dari luar negeri seperti motor, semakin lama akan seperti air mengalir. Dan bisa saja penjualan motor akan semakin meningkat.

Keianikan penggunaan motor tidak memiliki dampak yang sangat sedikit. Banyak hal – hal yang cukup merugikan masyarakat terkait kenaikan penggunaan motor dikalangan masyarakat. Pertama adalah semakin parahnya kemacetan yang terjadi di jalan – jalan raya. Kemacetan yang terjadi akan menghambat aktivitas masyarakat dan akan banyak membuang waktu. Kalkulasinya adalah, jika seseorang setiap harinya terkena macet selama 10 menit saja. Dan 3650 menit dalam setahun. Bisa kita pastikan bahwa bangsa kita yang notabenen ada 200 juta penduduk bisa membuang waktu sebanyak 730000 menit dalam setahun. atau setara dengan 62000 jam. Kesimpulannya bangsa kita telah membuang waktu sebanyak 62000 jam dengan sia – sia. Anda tentu bisa mellakukan apapun dengan begitu banyak.
Kemudian dampak yang kedua adalah, meningkatnya kecelakaan kendaraan bermotor. Setidaknya setiap bulan terjadi kecelakaan bermotor. Dan tidak sedikit kecelakaan bermotor berujung pada kematian.
Dan masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan dari kenaikan penggunaan kendaraan bermotor. Tetapi lebih dari itu, dua dampak diatas merupakan damapak yang paling urgen.

Pertanyaan yang timbul setelah ini adalah, siapakah yang harus bertanggung jawab atas semua ini?
Mau tidak mau pemerintah seharusnya ‘memasang badan’ atas semua ini. Pemerintah yang dalam hal ini tidak bisa menutup mata atas implikasi kebijakan.
Masyarakat adalah pihak yang mersa dirugikan seharusnya lebih kritis dan peka melihat akar permasalahan ini. Masyarakat bisa terlibat dalam pengontrolan laju penjualan kendaraan bermotor. Masyarakat bisa bekerjasama dengan organisasi ataupun lembaga untuk menekan angka pengguna motor. Semua unsur juga harus bisa bekerjasama untuk mengintisipasi turbelensi yang nantinya bisa meresahkan masyarakat sendiri.
Oleh karena itu, mulai dari diri pribadi. Sebagaimana dengan kenaikan pengguna kendaraan motor, seharusnya masyarakat juga mempertimbangkan untuk membeli kendaraan bermotor. Sehingga tidak terlihat mubazir tetapi kendaraan bermotor memnag digunakan untuk hal yang esensi dan betul – betul membantu aktivitas masyarakat.

5 Oktober 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s