Kutang entropi

Tak kunjung jua engkau nikmati gelak mimpi
simponi Rana sehabis hujan
bahkan desah sepasang camar bercinta pun
tak kau hiraukan

mengapa masih saja tubuh berbalut kutang entropi
pilar – pilar dermis atau akar – akar bulu diam
bagai karam perahu di pesisir
saku kosong sebab ibu para bintang belum
dan tidak ada makanan hari ini

terus mata masih mengatup
alangkah seperti bangkai ngapung
dalam hiruk pikuk zaman
dan memang engkau pasrah
tidak ada makanan hari ini

lepas kutang entropi
pakai kemeja yang di sela – sela kerah
bertulis :“seekor anak ayam menaklukkan pagi mengais rezeki”
lantas hidup melimpah – bukan limpatik beracun
dan bakal ada makanan hari ini

Bandarlampung, 09 April 2011
Rana : Katak
Dermis : lapisan kulit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s