Sehelai karanunu dan Segubuk Posuno

I
Dari daratan hingga pesisir semang lautan
Ada senandung tawuri di tengah hari
Lantunan toleng – toleng serta gemercik toto buang
berkumandang bersama deruh angin
Di tanah Nuoalu

mae anariosa, mae anariosa
teriakmu wahai Noaulu
semabari jingkat – jingkat kaki
berserak tentram di atas akar – akar sagu

saat zinah engkau pandang sebagai sampah peradaban
dan zikir ibarat mawar dalam hiruk pikuk kota
engkau siram dengan nafas kehidupan

lalu, menyaksikan sketsa polosmu dalam ukiran takdir
seperti semut merang dalam lubang
tegur sapa hangat – bak sekeras karang
tiap lengan terbuka
menyambut hembusan zaman
walau terasing di pertiwi
namun tak meninggalkan adat halaman

II
ada lelaki hendak tinggalkan lekat
merekat dari embrio hingga mimpi basah menjemput
atau raut usia kian bertambah
kau sebut pataheri dalam simbolik kematangan
dan sehelai karanunu – lipatannya bagai mahkota kerajaan
laragan melepas mahkota seperti hidup berselimut aib
lantaran merah kesakralan

tombak dan parang di genggaman
dan ia tancapkan kepada mahluk hutan
selesai sudah arti perhatian
tanda lepas lelaki
dari sepasang kekasih

III
ada gadis berdiam diri dalam segubuk posuno
helai rumbai–rumbai – ujungnya melambai
pertanda gadis siap dipinang
beralas ruas bambu ketika dia tertidur sayu
dan di lembar sagu lesu para kusu
sesajen gadis berparas muda
menunggu jatuh buah kelabu
kelak menjadi seorang ibu
bersama malam dalam posuno

IV
noaulu berumah panggung beratap daun sagu
berjalan jinjing kamboti
junjung adat satu
walau sagu hampir layu
dan datang kemarau
engkau penuh damai dan santun
karena adat lambang kesucian Noaulu

Bandarlampung, 26 April 2011

Tawuri : seperti terompet
Toto buang : gong kecil
Toleng – toleng : kentungan
mae anariosa : mari satu hati
karanunu : ikatan kepala berwarna merah
kusu : sejenis lauk
Kamboti : Keranjang
Posuno : tempat perasingan seorang gadis
Pataheri : ritual untuk lelaki yang menuju kedewasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s