Setiba di ujung jalan

Bertahan pada deru angin dan hempas bintik – bintik debu jalanan,
-jenuh pada bujur aspal
-lalu mengeluh di pertigaan
-bercakap – cakap dan mengumbar resah

Beginilah logika kata
hanya ada bersama asa bagai sepasang katak di atas daun talas
Kita hanya diam setelah kata
Dan hambur serta tabur janji kosong bak barang dagangan di pasar

“Perlu lagikah kita bertanya bagaimana tubuh kemesraan pada sepasang camar?”

Seumpama elang melintang di kolong – kolong langit
Genggam ikrar sebelum tiba di ujung jalan

Bandarlampung, 21 Juni 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s