Fascinum : Lambang Kebudayaan Romawi

Sejak tahun 1000 SM (sebelum Masehi), para bangsa romawi sudah mengenal warisan. Ialah Fascinum merupakan sebuah benda seperti jimat yang dikalungkan ke leher dan diturnkan ke setiap keturunan. Fascinum adalah saksi lahirnya kelahiran Ruma (sekitar tahun 900 SM – 700 SM), kemudian yang namanya sekarang adalah Roma. Sejak berabad – abad dahulu Fascinum dijadikan jimat pelindung dan menyimbolkan penyertaan dewa Fascinus, dewa pertama yang dipercayai bangsa Romawi. Walau masih lebih muda dari peradaban Bangsa Yunani, bangsa Romawi adalah bangsa yang hebat dan tangguh. Sudah banyak tentara perang yang luar biasa lahir dari bangsa Romawi. Dan ditambah lagi daerah jajahan/invasi bangsa Romawi dulunya juga tidak sedikit.

Fascinum adalah benda yang menggambarkan suatu budaya. Budaya yang erat kaitannya dengan representasi bangsa Roma ketika itu. Fascinum sendiri menuru Steven Saylor (penulsi Novel Roma) berasal dari keturunan patriacia – Potitius. Namun karena terjadinya dinamika kehidupan yang panjang, fascinum sekarang tidak lagi dimilki seseorang yang bermarga Potitius.

Fascinum menjadi benda pusaka, saksi sejarah Romawi dan gambaran budaya yang sangat tinggi. Artinya kebudayaan sudah ada jauh sebelum adanya sebuah pemerintahan. Bahkan sebelum adanya aturan – aturan dalam sebuah negara atau sebelum lahirnya suatu negara.

Sekarang kita dapat meliaht keberadaan budaya di negeri ini. Kebudayaan yang beraneka ragam merupakan keunikan tersendiri yang dimiliki oleh bangsa kita. Indonesia menjadi negara yang terdiri dari banyak pulau juga banyak suku serta kebudayaan. Mirip seperti warisan ataupun kebudayaan Romawi, kebudayaan di Indonesia sendiri juga hampir persis seperti itu. Setiap kebudayaan di daerah – daerah memiliki warisan – warisan yang disematkan turun – temurun. sperti suku batak contohnya, warisan yang diberikan adalah berupa marga. Atau ada lagi kebudayaan dari suku lain yang memberikan suatu benda atau senjata pusaka yang diserahkan mulai dari nenek moyang mereka.

Kebudayaan memang adalah gambaran suatu bangsa.Kemudian lebih dari itu, bangsa kita masih belum memamhami pentingnya sebuah kebudayaan. Kebudayaan bisa mengungkap sejarah, bisa memberi penjelasan akar belukar ataupun filosofih suatu daerah.

Mari kita junjung kebudayaan agar kelak ada celah dan sinar pada sejarah dan kemajuan bangsa.

24 Oktober 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s