ATM Diblokir

Atm Diblokir

Hari minggu penuh sukacita, tetapi sukacita setidaknya butuh sedikit pengorbanan. Ya…
Kronologinya akan saya beberkan disini..
Bangun pagi sekitar jam setengah 9, langsung cuci muka agar tidak ngantuk lagi karena kemarinya harus maen futsal dua kali dalam kompetisi KOMPETEN CUP acara dari komisariat teknik pertanian GMKI cabang Bandarlampung. Sehabis cuci muka, langsung menghidupkan dispenser untuk memanasin air agar bisa membuat kopi hitam panas. Kemudian surya dibakar dengan korek gas sembari menyiapkan kopi.


Jadilah segelas kopi berteman dengan sebatang rokok di pagi minggu menjadi rutinitas pagi anak kost. Sehabis kopi dan sebatang rokok langsung mandi karena akan berangkat bersekutu dengan Tuhan mengingat perintah Tuhan yaitu “Kuduskanlah Hari Tuhan”. Barangkali bukan karena beragama Kristen harus ke gereja atau rutinitas yang mesti dilakukan, tetapi lebih dari itu, seperti lambung yang membutuhkan makanan, atau paru – paru membutuhkan oksigen atau barangkali mata yang membutuhkan vitamin A, seperti itu jugalah iman (faith) ku yang membutuhkan kesegaran rohani menciptakan kepercayaan bahwa aku ada sebagaimana aku ada bukan oleh kekuatan atau kehebatan seorang presiden, orang tua, atau diriku sendiri, tetapi oleh karena Dia, bukan yang lain atau bukan karena aku Kristen. Setelah semua siap aku laju motor ke gereja. Namun sebelum ke gereja, aku mesti singgah ke bank untuk mengambil uang agar bisa membayar kewajiban di gereja karena sudah janji sebelumnya. Kemudian aku langkahkan roda – roda motor ke atm BNI dan kemudian kemasukkan kartu ATM ke dalam mesin ATM. Setelah itu tampilan mesin memerintah agat kumasukkan PIN BNI. Dan disinilah konflik yang terjadi. Tiba – tiba aku tidak bisa mengingat kode PIN BNI-nya dan kucoba beberapa kali akhirnya baru tersadar dengan pemberitahuan mesin bawa aku telah mencoba sampai 3 kali dan akhirnya terblokirlah kartu ATM BNI-ku dan tidak bisa mengambil duit. Dengan perasaan terburu – buru karena jam di tangan kiriku sudah menunjukkan jam setengah sebelas dan itu berarti aku sudah terlambat setengah jam. Kepanikkan pun semakin bertambah karena waktu sudah telat. Akhirnya dengan perasaan dan pikiran yang kacau balau kutarik kencang gas motor dan aku pun melaju ke gereja untuk menunaikan kebutuhan spiritualitas.
Hah….
“besok sepertinya harus sedikit repot”

Barangkali ini adalah pengalaman sepenggal kisau perantau…

Awal Desember 2011

copyright : http://abadiorkes.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s