VIRUS ORGANISASI

Virus organisasi

Virus bersifat patogenetik yang merupakan mahluk yang selalu membawa penyakit. Sudah barang tentu sesuatu yang membawa penyakit selalu merugikan. Beberapa kasus penyakit terjadi di kehidupan manusia yang disebabkan oleh virus merupakan penyakit berbahaya bahkan kebanyakan penyakit belum memiliki obat terhadap penyakit tersebut. Sebut saja Aids yang disebabkan virus HIV merupakan penyakit yang sampai saat ini masih menjadi momok menakutkan bagi manusia karena penyakit ini belum ditemukan obatnya. Penyakit mematikan ini selalu menjadi ancaman penyakit yang cukup besar dan menjadi paranoid. 

Walalupun perkembangan dunia kesehatan sempat memberitakan bahwa obat penyakit Aids sudah ditemukan namun tingkat keampuhannya masih belum bisa ditunjukkan.
Penyakit yang disebabkan virus hiv ini memang tergolong penyakit yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Yang menjadi latar belakang utama mengapa sampai saat ini Aids belumlah bisa disembuhkan itu karena virus ini sendiri memiliki kemampuan luar biasa menginfeksi sel – sel hidup terkhususnya sel – sel manusia. Sistem replikasi yang baik menjadikan virus ini susah untuk ditaklukan. Virus HIV memiliki perkembangbiakan yang dampaknya baru disadari ketika virus HIV sudah melakukan ‘invasi’ besar – besaran dan sudah meluas di dalam sel, sehingga ketika seseorang divonis mengidap Aids, dalam hal ini virus tersebut sudah menyebar ke seluruh sel manusia dan menjajah serta mengambil alih fungsi sel – sel manusia sehingga untuk menyembuhkannya suda sangat sulit. Inilah mengapa seorang yang telah divonis terkena aids, barulah ketahuan sete;ah cukup lama virus tersebut berada dalam tubuh manusia. Virus akan selalu membawa dampak yang buruk. Kehadiran virus pada sel manusia menjadi ancaman yang cukup serius, dan bisa menyerang seluruh unit – unit tubuh manusia.

Sama halnya virus pada manusia, suatu organisasi juga dapat diserang olah virus. sejatinya virus selalu membawa dampak buruk dan andai organisasi sudah terkena virus, maka virus tersebut harus segera dibuang agar tidak melakukan replikasi besar – besaran untuk menciptakan virus – virus baru hingga menjadi laten.

Kekhawtiran inilah yang seharusnya bisa dilihat dan dianalisis oleh SDM – SDM yang ada di sebuah organisasi. Ketika organisasi sudah mulai menunjukkan bahwa ada virus di dalamnya, seluruh stake holder organisasi harus segera sigap dan mencegah agar virus ini tidak berdampak meluas yang bisa mengakibatkan kehancuran organisasi. Sebelum virus mulai berkembang pada tubuh organisasi, usaha represif harus segera digencarkan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.

Adapun virus organisasi yang dimaksud adalah yang pertama, sifat ego yang tinggi melekat pada SDM – SDM yang ada di organisasi. Perbedaan pemikiran adalah hal yang lumrah dalam suatu organisasi, tetapi sikap rendah hati harus tetap diutamakan. Setiap anggota organisasi harus bisa menerima pemikiran orang lain jika itu lebih baik ketimbang pemikiran diri sendiri. Pemikiran yang terbuka tidak merendahkan diri tetapi akan mengembangkan penggalian kita terhadap wawasan yang lebih luas. Permasalahan klasik mengapa di dalam organisasi sangat riskan terjadi konflik internal itu karena kekurangan rasa rendah hati. Oleh karena itu dengan merendahkan hati, maka virus ego pada diri setiap anggota bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.

Yang kedua adalah, motivasi rendah. Setiap organisasi pastilah memiliki visi dan misi. Tidak akan mungkin suatu organisasi bisa berdiri tanpa pondasi visi dan misi. Kalaupun ada sekumpulan orang tanpa visi dan misi, itu bukan organisasi, barangkali itu hanya paguyuban. Dan untuk itu organisasi harus memiliki visi dan misi yang kuat agar bisa selalu menopang organisasi agar tetap eksis. Namun disamping itu, dalam menguatkan pencapaian visi dan misi, tentunya diperluakan motivasi yang kuat dari SDM ataupun anggota dari organisasi tersebut. “tanpa motivasi angin saja tiada bisa bergerak, hanya saja bumi memiliki motivasi untuk menciptkan angin agar bergerak.” Motivasi yang rendah akan membawa penyakit pada tubuh organisasi. Bayangkan saja jika setengah dari jumlah anggota suatu organisasi sudah tidak memiliki motivasi untuk mendukung pencapaian visi dan misi sama saja halnya organisasi itu tidak lebih dari paguyuban. Oleh karena itu cara satu – satunya agar organisasi tidak terserang virus ini, setiap anggota harus memiliki motivasi yang kuat agar bersama – sama bisa mencapai visi dan misi yang telah dibuat.

Yang ketiga adalah, intensitas komunikasi yang kurang. Komunikasi adalah senjata yang paling baik untuk menciptakana organisasi yang kondusif. Di zaman mondial ini, sudah seharusnya komunikasi yang intens dalam organisasi sudah tidak menjadi permasalahan. Tetapi realitanya tidak sedikit organisasi yang jatuh bangun atau koleps akibat kurangnya komunikasi antar anggota. Disadari atau tidak komunikasi adalah alat yang bisa ampuh meningkatkan hubungan yang baik di internal organisasi.
Oleh karena itu untuk mencegah virus yang menjangkit tubuh organisasi, para anggot harus menangkalnya terlebih daulu denga meningkatkan komunikasi yang terjalun memanfaatkan media apapun dan virus yang ada ataupun yang akan masuk bisa ditamen dengan komunikasi yang intensif.

Yang keempat adalah, interfensi lingkungan. Virus yang satu ini merupakan virus yang melibatkan orang disekitar organisasi ataupun yang ada di dalam organisasi itu sendiri. Interfensi ataupun pengaruh dari orang – orang sekitar tidak bisa dipungkuri sering terjadi. Beberapa organisasi sering lebih mementingkan kepentingan oknum daripada mencapai visi dan misi. Pengaruh orang – orang diluar organisasi sedikit banyak akan menggagu kestabilan organisasi apalagi arahan daripada interfensi tersebut menyimpand dari organisasi. Dan untuk itu kepekaan terhadap interfensi dari luar organisasi harus dimiliki oleh para anggota untuk mencegah virus tersebut masuk ke tubuh organisasi. Di lain sisi ada lagi virus yang bisa muncul dari dalam tubuh organisasi. Ini lebih berbahya lagi karena dia berada dalam lingkaran organisasi. Virus ini biasanya timbul dari anggota yang memiliki perbedaan mendasar di dalam organisasi. Sehingga ketika pemahaman dasarnya berbeda dengan organisasi, dia akan mencoba mengubah ideologi organisasi tersebut. Pergerakan virus ini biasanya halus namun masiv. Hal yang perlu diperhatikan menangkal ancaman ini selain dibutuhkan kepekaan juga harus dituntut penelitian anggota yang optimal. Dengan membangun organisasi di dalam organisasi tentunya ini tidaklah sehat bagi organisasi. Oleh karena itu setiap anggota harus bisa mengkai mana yang menjadi perbedaan pemikiran secara ideologi atau dengan perbedaan pemikiran biasa. Agar organisasi tetap utuh dan tidak terpecah belah.

Gambaran diatas adallah jenis – jenis virus yang acap kali menjangkit tubuh organisasi sehingga menimbulkan penyakit yang membawa kehancuran. Dengan menciptakan antibodi yang baik, maka organsiasi bisa bertahan dengan visi dan misinya.
Setiap anggota organisasi memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengembangkan organsiasi agar menciptakan organisasi yang baik. Virus bisa saja muncul kapan saja dan menjalar memasuki sendi – sendi organisai. Dengan memahami jenis virus yang sering ada di organisasi harapannya setiap anggota organisasi bisa lebih sigap untuk menangkalnya.

Akhir November 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s