Resensi Buku “The Power of Israel in USA”

Resensi Buku “The Power of Israel in USA”

 

Kekuasaan USA sudah ternyata tidak lebih hebat dari Lobi Israel. USA adalah negara boneka dan aktornya adalah kaum Yahudi dan Zionis. Oleh karena itu mengapa sepak terjang Isreal dalam peperangan menjadi lebih agresif dan matang, itu karena negara Adikuasa dan Adidaya berpihak kepada mereka.
Kekuatan Israel berada di titik tokoh elite negara Amerika. Kebanyakan tokoh elite dan pengusaha sukses di Amerik merupakan Yahudi. Sementara negara Liberal seperti Amerika, pengaruh pengusaha sudah barang tentu cukup tinggi. Oleh karena itu inilah hal yang utama mengapa sampai saat ini USA tidak pernah menjauh dari Israel. Oragnisasi besar seperti PBB ataupun sejenisnya yang ada di global, menjadi salah satu pendukung Israel dalam melakukan ‘invasi’ ke beberapa negara yang menjadi hambatan dalam pencapaian misi Israel.

Berikut ini adalah resensi sebuha buku yang menguak tentang selimut Israel di USA. Pengaruh Israel di USA yang tinggi menjadikan Israel menjadi negara yang bisa dikatakan memiliki pendukung sekutu yang cukup solid. Oleh karena itu seberapa tingginya Israel mengangkat senjata. Sekutu akan tetap berada di belakang.
BAGIAN I. KEKUATAN ZIONIS DI AMERIKA
BAB I. SIAPA PEREKAYASA ANCAMAN PERANG DI IRAK?
Perdebatan dan kritik tentang Irak dalam Kongres AS serta media sudah sampai pada titik puncak. Rekayasa bukti kepemilikan senjata penghancur massal oleh Irak adalah sebuah penistaan seorang Bush.
Kemudian setelah itu ternyata Irak tidak memiliki senjata massal (atau bahkan yang digunakan untuk pertahanan nasional). Kenyataan itu baru tampak jelas setelah bertahun – tahun negara itu berada di bawah inspeksi dan tekanan PBB.
Respon awal adalah permintaan maaf Bush yang beretorika bahwa ada ‘kesalahan birokrasi’ dan ‘kegagalan komunikasi’. Hal ini menjadi ‘lucu’ bertahun – tahun setalah banyaknya jatuh korban dan hilangnya harta benda, dengan klisenya seorang Bush mengatakan bahwa ada ;kesalahan yang bersifat retorika’ yang diucapkannya.
Lobi Yahudi, bukan perusahaan Minyak Raksasa
Tidak ada bukti bahwa koorporasi utama perusahaan minyak AS menekan Kongres atau mengajukan perang Irak atau konfrontasi terbaru dengan Iran. Hal ini berlawanan dengan pandangan sebagian besar kaum progresif Amerika bahwa minyak, dan terutama kepentingan perusahaan minyak adalah penggerak utamanya. Justru sebaliknya, ada cukup bukti bahwa mereka sangat khawtir akan kerugian yang mungkin terjadi akibat dari seranga Israel terhadap Iran.
Intinya adalah, penyerangan terhadap negara – negara yang ada di Timur Tengah bukan semata – mata karena adanya kepeningan untuk minyak tetapi ini semua adalah Lobi Israel kepada pihak USA untuk melakukan penyerangan ke negara – negara di Timur Tengah guna mendukung misi Israel.
BAB II. KONEKSI AS – IRAK – ISRAEL – ZIONIS
Mengapa AS melancarkan perang melawan Irak pada Maret 2003 dengan rencana lebih lanjut untuk meyerang Syria, Iran dan Kemungkinan juga Lebanon?
Alasan – alasan yang diberikan selama ini hanya mendiskreditkan saja. Tidak ada senjata pemusnah massal yang ditemukan. Tidak ada kaitan antara Irak dan Al-Qaeda yang terbukti. Tidak ada ancaman terhadap keamanan AS yang nyata. Bahkan banyak catatan sekutu AS di masa lalu dan masa sekarang yang mempunyai catatan hitam – pelanggaran HAM.
Siapa Menangguk Untung dari Perang Irak?
Lalu siapa yang menangguk untuk dari Perang AS? Dengan mengamati keunungan – keuntangan yang ada, kita bisa mendapatkan gambaran siapa yang memiliki motif mendorong kejahatan manusia ini.
Amerika sendiri telah menuai kekejian dunia, yang terus berdampak pada individu dan bisnis Amerika. Terorisme sedang menanjak sedangkan keamanan AS dapat dianggap semakin memburuk. Biaya perang semakin meningkat yang diperkirakan akan lebih dari triliunan dolar (Tom Regan, “Report; US war costs could top $ 2 Trilion”, 2006).
Satu – satunya yang menangguk keuntungan dari perang ini adalah Israel. Negara ini telah berhasil membuat AS menghancurkan musuh – musuhnya yang paling konsisten dan eksis di Timur Tengah – rezim yang paling mendukung perlawanan Palestina terhadap Israel.
Bagaimana Israel mempengaruhi negara Imperial AS untuk melancarkan serangkaian perang demi kepentingn Israel?
Padahal, hal itu akan membahayakan kepentingan keamanan dan ekonomi AS.
“menentukan Posisi dalam Pemerintahan Bush” ; itulah jawabannya yang ditemukan langsung dalam peran yang dimainkan oleh pejabat – pejabat kunci pro-Zionis di dalam dan di sekitar kebijakan paling penting.
Rancangan dan pelaksanaan strategi perang AS berada di tangan orang – orang militer sipil Zionis di Pentagon.
Pada 1 September 1975 silam pernah terdeklarasi tentang sebuah Memorandum antara AS – Israel tentang Kesepakatan Mengenai Minyak. Dalam memorandum itu, AS setuju memberi jaminan akses minyak pada Israel – sebuah kesepakatan yang secara teratur diperbaruhi dalam beberapa periode, dengan biaya yang dibebankan padapembayar pajak AS.
Pertanyaan yang Tak Terjawab: 11 September dan Bangsa Israel
Setelah 11 September, rumor berkembang di seluruh Arab Timur bahwa  pengeboman itu adalah plot Israel untuk menghasut Washington agar menyerang musuh – musuhnya. Cerita – cerita tersebut dan para pengarangnya hanya menunjukkan bukti dan motif tidak langsung, yaitu kampanye ani – terorisme Bush akan mengesahkan “anti – teroris” terhadap Palestina.
Adanya hubungan yang unik tantang Imperium AS dan Israel adalah hal yang nyata sebagai kekuatan regional.
Isu – Isu teoritis
Hubungan antara AS – kekuatan Imperial Dunia – dan Israel, sebuah kekuatan regional, memberi kita satu model unik mengenai hubungan antar – negara. Dalam kasus tersebut, kekuatan regional memeras upeti (2,8 miliar dolar per tahun dalam bentuk sumbangan langsung Kongres AS), melakukan akses bebas ke pasar – pasar AS dan memberi perlindungan terhadap orang – orang Yahudi  kejam di luar negeri dari tuntutan atau ekstradisi ke AS. Sementara mereka terus menerus melakukan kegiatan spionase dan pencucian uang.
Beberapa Hipotesa muncul terkait adanya sebuah hubungan yang unik :Kekuatan Israel didasarkan kepada DIASPORA, yaitu jaringan – jaringan Yahudi yang sangat terstruktur dan kuat secara Politik dan ekonomi. Jaringan tersebut memiliki akses langsung maupun tidak langsung pada pusat kekuatan – kekuatan dan propaganda di negara imperial paling berkuasa di dunia.
Siapa yang Mendanai Negara Israel
Pertanyaannya siapa yang mendanai negara Israel sangat mendasar karena Israel yang kita kenal sekarang ini bukanlah sebuah negara yang dapat bertahan tanpa dukungan luar yang sangat besar. Hal itu seperti ditunjukkan oleh Taklimat Layanan Riset Isu dari Kongres untuk Kongres yang berjudul “Israel: Bantuan Asing AS” dalam pernyataan pembukanya.
Miliyaran dolar berhasil digadang dari berbagai institusi Yahudi dan non-Yahudi untuk menyokong mesin perang Israel. Kebijakan subsidi besar diberikan kepada warga Yahudi yang diajak bermukim di koloni – koloni di wilayah kependudukan dan di Israel. Hal itu cukup untuk menempatkan negara tersebut pada peringkat ke – 28 di dunia negara yang memiliki standar hidup tertinggi bagi warga negara Yahudi Israel (Pendapatan Global per Kapita, 2005).
Tanpa bantuan eksternal barangkali Israel akan berhenti menjadi negara pemecah belah dan akan kembali ke pertanian, pabrik dan industri tanpa ada eksploitasi terhadap pelayana dari Asia yang dibayar rendah, pekerja pertanian yang diimpor dari bangsa Eropa serta kuli bangunan dari warga palestina.
Dalam lingkungan politik, para politikus pro-Israel dan organisasi – organisasi kuat Yahudi bergabung dengan pemimpin politik penguasa ultra – sayap kanan pro – israel fundamentalis Kristen berbasis – massa terkait dengan kompleks militer – industri. Contohnya adalah Sekretaris Menteri Pertahanan Rumsfeld dan Wakil presiden Cheney.
Dukungan untuk Israel dari Pemerintah AS
Dalam masyarakat AS, dukungan Yahudi untuk Israel yang diberikan sektor- sektor yang telah disebutkan pada akhirnya berbalik menjadi dukungan untuk Israel oleh pemerintah AS. Hal ini ditunjukkan dengan dispensasi besar – besaran dalam hal dana bantuan AS untuk Israel. Seperti catatan Taklimat isu CRS, “Israel mendapatkan perlakuan istimewa dan keuntungan khusus dari program bantuan yang mungkin tidak diberikan kepada negara – negara lain”.
Obligasi – obligasi Israel
Selama lima puluh tahun keberadaannya, penjualan obligasi Israel telah menghasilkan sekitar 22 miliar dolar untuk negara Israel. Gideon Pratt, CEO obligasi Israel mengklaim bahwa surat obligasi itu telah membiayai lebih dari 50 % perkembangan Israel (Avi Machlis, “As Israel Bonds turn 50, Is Once Critical role waning?” 16 Juni 200).
Kaki tangan Genosida
Pada April 2002, lebih dari 100.000 orang, sebagian besar fundamentalis Yahudi dan Kristen, melakukan aksi jalan untuk mendukung rezim Sharon di tengah kepungan Jenin.
Dengan kekuatan dan dukungan dari eksternal yang kuat dan tanpa syarat, Israel mampu menentang pendapat warga dunia serta pongah melanjutkan kebijakan genosidanya.
Konfigurasi Kekuatan Zionis di Amerika Serikat
C. Wright Mills pernah menulis, “Elite Kekuasaan” AS memimpin dengan mengingkari bahwa mereka memegang kendali kekuasaan. Elite zionis mengikuti formula tersebut, tetapi membela diri dengan menuduh musuh – musuhnya sebagai “anti-Semit” dan mengejar angka – angka sumbangan.
Seiring waktu, pola yang sama dari Zionis telah mewujudkan dirinya dalam agen – agen ekskutif AS. Departemen – departemen dalam negeri ‘berbau Arab’ terus digantikan dengan pro-Zionis.
Israel dan Hak Bebas Berbicara
Sekarang ini, ada satu ketidakmampuan di Amerika bahkan untuk menformulasikan atau mempertahankan satu wacana yang berkaitan dengan subjek yang dipengaruhi Israel di Amerika Serikat.
BAB III. AFAIR LIBBY DAN PERANG INTERNAL
Debat Nasional tentang dakwaan terhadap Irving Lewis Libby atas sumpah palsu dan upaya menghalangi hukum bermunculan di media massa. Namun perdebatan itu gagal menyentuh pertanyaan – pertanyaan paling mendasar yang berkaitan dengan konteks struktural paling dalam yang mempengaruhi sikap kriminal Libby. Penjelasan paling dangkal adalah bahwa Libby, dengan mengekspos Valerie plame (seorang agen CIA yang menyamar), melakukan tindakan ‘balas dendam’ untuk menghukum suami Plame, Joseph Wilson. Hal iu dilakukan karena Wilson mengungkapkan kebohongan mengenai pengakuan impor uranium dari Nigeria ke irak yang dikeluarkan oleh Bush.
Perang Internal
Para ZionCon memiliki ambisi yang sangat besar untuk mengendalikan secara total kebijakan pemerintah. Mereka juga memiliki kesetiaan fanatik terhadap Israel Raya. Dengan ambisi dan motivasi atas kesetiaan itu, para ZionCOn didorong untuk memanipulasi dan memarginalkan berbagai institusi kunci dalam negara imperialis AS.
BAB IV. MENGEKSPOS YANG TERBONGKAR: SEYMOUR HERSH DAN KONEKSI ZIONIS – ISRAEL YANG HILANG.
Saya membaca laporan Hersh yang dipublikasikan  secara luas dan sangat berpengaruh dalam The New Yorker, yaitu tentang penyiksaan di wilayah pendudukan AS di Irak. Saat itu semakin jelas bahwa laporan tersebut bukanlah pengungkapan yang diteliti  secara menyeluruh terhadap orang – orang tingkat atas yang bertanggung jawab atas kebijakan penyiksaan.
Reportase Hersh adalah sekumpulan cerita tertentu yang dipandu oleh pertanyaan – pertanyaan terntentu tentang pejabat – pejabat tertentu.
Para Zionis dan Penyiksa di Irak
Sebagian sumber utama ‘intelijen’ pentagon serta propaganda untuk invasi dan pendudukan Irak disediakan oleh Office of Special Plans. Kelompok khusus ini memintas agensi – agensi CIA dan militer normal serta pengamanan intelijennya sendiri seblum perang. Mereka juga terlibat mengamankan intelijen selama tahapan – tahapan awal pendudukan.
Tidak ada satupun tanggung jawab para Zionis Pentagon dalam penyiksaan warga irak yang muncul dalam ‘pengungkapan’ Hersh. Penghilangan yang mencolok itu sungguh disengaja – dan sanga jelas. Mereka membentuk satu pola sistematis dan melayani tujuan membebaskan para Zionis dan Israel Pentagon dari dakwaan serta menjatuhkan semua tanggung jawab kejahatan perang kepada Rumsfeld.
Konklusi
Sebagai analisis final, pemindahan anggota kunci yang terbaru Zionis Pentagon – Wolfowitz, Feith, Abrams, Rubin, Libby – dari kantor pemerintahan, hanyalah kemunduran sementara. Oraganisasi – organisasi politik Zionis tetap padu dan pengaruh mereka terhadap kongres tetap sangat besar. Mereka juga sudah mendapatkan sumpah dari kedua partai utama bahwa “YANG MENJADI MUSUH ISRAEL ADALAH MUSUH AMERIKA JUGA” (Bush dan Kerry).
BAB V. PENGADILAN MATA – MATA: SEBUAH KEJUTAN POLITIK
Negara mana yang mempunyai ratusan mata – mata, cecenguk dan kolaborator yang bekerja untuk pemerintah asing di AS selama lebih dari 30 tahun tanpa mendapatkan hukuman?
Agen federal menunjuk polisi rahasia Israel MOSSAD sebagai pengatur dan juru promosi jaringan spionase di AS. Hal itu dikemukakan oleh para reporter berita yang berwawasan luas, baik yang mantan maupun yang masih aktif – beberapa dari mereka baru saja diwawancarai FBI.
BAB VI. RUMAH KENGERIAN: PENYIKSAAN, PEMBUNUHAN DAN GENOSIDA
Ketika ahli sejarah masa depan menulis tentang imperium AS. Mereka akan menekankan pada tiga hal. Ketiga hal itu adalah proses pembangunan imperium tersebut, ideologi – ideologi prinsipnya dan bagaimana pada satu saat tertentu sebuah negara kecil dan tidak mandiri – Israel – mampu membentuk kebijakan perang AS agar memenuhi kebutuhannya.
Pembangunan Imperium
Kekerasan militer, langsung dan melalui wakil – wakilnya, sangat penting dalam ekspansi dan konsolidasi imperium di Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Dari 1964 hingga 1990, rezim – rezim militer boneka dukungan AS dan kekuatan – kekuatan para militer berkuasa di Argentina, Brazil, Peru, Chili, Uruguay, bolivia, Rep. Dominika – dan kelak Guatemala, El Salvador, Honcuras, Nikaragua dan Panama. Lebih dari 500.000 orang dibantai agar dapat mendesak sistem akumulasi yang berpusat pada imperial (kelak disebut “neoliberalisme”). Strategi invasi dan intervensi imperial memberikan parameter untuk konsolidasi jangka panjang. Yang dimaksud dengan hal itu adalah satu sisem ekonomi “terbuka” terhadap penetrasi dan kontrol imperial (“ekonomi – ekonomi pasar bebas”) serta sebuah aparat negara (kehakiman, militer, bank sentral, dan lain – lain) yang mampu memperdalam serta mengonsolidasi ekonomi yang berpusat pada imperial.
Dalam kasus Meksiko, pemilih palsu memastikan pemilihan umum pada 1998 memenangkan ‘Presiden’ Salinas yang maju untuk ‘mengintegrasikan’ Meksiko ke dalam imperium AS melalui NAFTA.
Satu proses yang hampir sama juga terjadi di Afrika. Dari 1970 hingga 1990-an, intervensi besar – besaran dilakukan militer AS dan tentara bayaran ‘perwakilan’ yang dibantu oleh sekutu strategis AS, Afrika Selatan. Intervensi itu membunuh jutaan orang di Angola, Mozambik, Guinea-Bissau, dan Kongo. Mereka juga menghancurkan dasar – dasar perekonomian dan politik demi pengembangan serta pendirian rezim – rezim klien. Negara – negara yang kaya dengan mineral dan minyak tersebut digabungkan dalam imperium.
Diantara 1990-an hingga sekarang, Imperium AS telah meluas ke Balkan, Eropa bagian Timur, negara – negara Baltik, Asia Tengah, dan Kaukasus. Perluasan ini dilakukan dengan intervensi ideologis yang agresif. Hal itu juga dibantu oleh korupsi dan pembusukan di dalam partai – partai komunis besar yang memerintah di negara – negara tersebut.
Yugoslavia, Afghanistan dan Irak telah di Invasi. Rezim – rezim sateli didirikan di Kosova, Makedonia dan Serbia. Satu rezim boneka AS di Kabul menjalankan pemerintahan bersekutu dengan panglima perang bayaran yang disubsidi oleh Opium.
Konsolidasi Imperium
Untuk mempertahankan kekuatan di hadapan perlawanan massa anti-imperialisme, negara AS telah berulang kali melanggar semua konvensi internasional dan hukum internasional. Pelanggaran itu berkaitan dengan penyiksaan tahanan, pembunuhan massal warga sipil, penghancuran infrakstruktur dan tempat – tempat bersejarah, penjarahan sumber – sumber daya alam, serta pendirian negara – negara klien kolonial dan perekonomian yang terpusat pada imperial.
Pembunuhan Bertarget
Imperium AS beroperasi dengan jaringan pembunuh yang sangat terorganisir di seluruh dunia. Itulah satu hasil lebih jauh atas pengungkapan penyiksaan itu. Mereka membunuh, menculik, serta menyiksa ‘tersangka’ dan simpatisan gerakan perlawanan. ‘gabungan Pembunuh’ tersebut beroperasi dengan nama Special Agency Program (SAP). Jaringan itu terdiri atas pasukan khusus yang sangat terlatih, SEALS (angkatan laut) dan pasukan DELTA. SAP melanggar kedaulatan setiap negara di dunia. Jaringan itu juga melakukan tidakan kriminal termasuk kejahatan besar seperti, pembunuhan semena – mena di luar sidang atas para tersangka ‘teroris’ atau simpatisannya. Teladan mereka adalah kebijakan MOSSAD mengenai pembunuhan terpilih.
Pada 27 Desember 1947, terbentuk suatu operasi yang disebut dengan Operasi ZARZIR (burung Jalak) yang bertujuan untuk melakukan pembunuhan bertarget.
Penghancuran Infrakstruktur Sipil dan Militer
Menurut Institusi Kepemimpinan Internasional PBB, ’84 %’ institusi perguruan tinggi Irak telah dibakar, dijarah dan dihancurkan. Eksistensi bersejarah Irak sebagai suatu bangsa berdulat hancur. Disana terjadi penjarahan meseum – meseum arkeolog dan situs – situs bersejarah serta arsip – arsip. Warga Irak dihina dengan cara penyiksaan, hukuman bersama, dan penganiayaan seksual. Semua dirancang untuk menghancurkan identitas bersejarah negara tersebut.
Pembunuhan terhadap para ilmuwan Irak dimulai tidak lama setelah invasi ke Irak yang dipimpin AS, ujar Haroun Muhammad (analisis politik Irak basis London). Awalnya diperkirakan targetnya adalah para ilmuwan yang bekerja untuk program senjata pemusnah massal yang pertama. Namun pembunuhan – pembunuhan itu telah merenggut nyawa banyak pakar bidang yang tidak berhubungan sama sekali dengan persenjataan dan ilmu – ilmu militer.
Kesimpulan
Masyarakat AS sepertinya telah menerima untuk tinggal di sebuah Rumah kengerian. Rumah itu adalah tempat imperium dibangun melalui penyiksaan dan pembunuhan yang merupakan kebijakan ekskutif. Di tempat itu, penyiksaan dengan persetujuan Gedung Putih diungkap di media, tetapi tetap dipraktekkan oleh negara.
Pengaruh Zionis terhadap kebijakan kriminal Washington di Timur tengah yang memihak Israel sudah terlihat sangat jelas. Pencarian AS atas sebuah Imperium memiliki satu sejarah yang didahului naiknya zionis dan akan terus berlanjut setelah pengaruhnya menurun.
Sementara itu, masyarakat AS perlu memaksakan pengungkapan terhadap pengaruh mendalam para ZionCon dalam membentuk kebijakan perang Amerika di Timur tengah sekarang ini. dalam jangka panjang, masalah berskala besar adalah pembangunan imperium – imperialisme itu sendiri – yang menimbulkan perlawanan populer, yang direspon oleh imperium dengan penyiksaan dan genosida.
BAB VII. SOLUSI FINAL ISRAEL: PENYERANGAN DI GAZA
“adalah tugas para pemimpin Israel untuk menjelaskan kepada opini publik, secara tegas dan berani, sejumlah fakta yang telah terlupakan seiring waktu. Yang pertama dari itu semua adalah bahwa tidak akan ada Zionisme, kolonialisasi atau negara Yahudi tanpa pengosongan bangsa Arab dan pengembalian tanah milik mereka”
Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri dan Partai Likud
Agency France Press, 15 November 1998
“Kita Harus mengusir bangsa Arab dan mengambil tempat mereka”
David Ben Gurian, mantan perdana menteri dari Partai Buruh, 1937
“saya percaya dan hingga hari ini tetap percaya pada hak abadi dan sejarah bangsa kami atas seluruh tanah ini”
Ehud Olmert, Perdana Menteri Israel, di hadapan Wakil – wakil Parlemen AS, Juni 2006
6 hal yang penting tentang Zionis
1.      Israel dan Demokrasi
Pada Desember 2005, dalam pemilihan umum paling dramatis yang pernah dilaksanakan di Arab Timur, Partai Hamas terpilih untuk memerintah oleh mayoritas pemilih Palestina. Bahkan, Presiden Bush, sebelum ditegur oleh Lobi Yahudi, secara terbuka mengakui karakter demokrasi proses pemilihan umum Palestina itu. Negara Israel menolak hasil tersebut dan merekayasa sebuah kampanye internasional besar – besaran. Kampanye itu didanai penuh oleh lobi – lobi Yahudi mereka di AS dan negara – negara Eropa. Mereka ingin mengisolasi dan merongrong pemerintah yang baru saja terpilih.
Bukannya mengakui mandat demokrasinya, Israel justru melekatkan julukan teroris bagi pemerintahan Palestina yang baru. Israel mengabaikan gencatan senjata unilateral Hamas dan meningkatkan serangan militer mematikan. Di atas semua itu, Israel telah berhasil menciptakan blokade ekonomi, memanfaatkan hegenmoninya atas AS dan melalui AS, serta mempengaruhi Uni Eropa. Israel tidak mengakui demokrasi Palestina dan peran warga negara itu dalam memilih wakil – wakilnya secara bebas.
2.      Israel dan perdamaian
Seminggu seblum Invasi Israel. Hamas dan PLO setuju untuk bernegosiasi dengan israel. Hal itu menunjukkan pengakuan diam – diam atas negara Israel. Sebagian besar media massa menurunkan laporan mengenai persetujuan tersebut.
Israel merespon dengan menolak negosiasi dan melancarkan perang baru untuk menghancurkan negara Palestina. Bahkan, negara Israel tidak pernah sekali pun mengakui pemerinah Hamas terpilih sebgai negosiasi musuh, apalagi sebagai partner.
3.      Israel dan Kemungkinan Solusi Dua Negara
Penaklukkan kembali Israel atas Gaza dan pemberlakuan hukum perang disertai dengan menjadikan seluruh kelas politik hasil pemilihan sebagai kriminal: para menteri kabinet, anggota parlemen dan aktivis partai.
4.      Israel dan Teror
Israel berusaha menghancurkan fondasi keberadaan kolektif Palestina yang terorganisasi sebagai masyarakat. Bersamaan dengan itu, negara tersebut juga melancarkan serangan artileri selama 24 jam dan dentuman ledankan tanpa henti dari pesawat jet tempur yang terbang rendah. Israel juga memaksakan kondisi dehidrasi kepada seluruh populasi dalam panas menyengat dengan cara menghancurkan suplai air minum.
5.      Lobi Yahudi: Masalah Utama
Serangan Israel ke Gaza terus berlangsung. Begitu juga dengan propaganda dan aktivitas pemihakan Israel yan dilakukan oleh semua organisasi utama Yahudi/Zionis di As dan Eropa. Daily Alert (badan harian yang disiapkan untuk Konferensi Pemimpin Organisasi Besar Yahudi di AS) membuat sebuah kajian. Sejak awal invasi ke Gaza, orang mendapatkan dukungan otomatis dan tanpa kritik untuk setiap serangan Israel ke Gaza. Dukungan itu berupa pembangkit tenaga listrik karena memiliki ‘dua fungsi’.
6.      Israel dan Pertukaran Tawanan: Sebuah Catatan
Pemerintahan Israel dan juru bicara utamanya telah berulang kali menolak negosiasi yang diarahkan menuju pertukaran twanan. Mereka menjuluki tuntutan tersebut ‘berlebihan’, ‘ pemerasan’ dan cenderung ‘mendorong terorisme’.
BAB VIII. “ANJING GILA” MENGAMUK DI LEBANON
“Israel harus seperti seekor anjing gila, terlalu berbahaya untuk diusik”
Jendral Moshe Dayan, mantan Menteri Pertahanan Israel
“israel adalah ancaman terbesar perdamaian di mata sebagian besar bangsa Eropa”
Jajak pendapat yang dilakukan oleh Uni Eropa pada awal 2006
Kristalnacht, serangan Nazi tahun 1939 terhadap rumah – rumah, toko – toko, dan orang – orang Yahudi adalah “tindakan pembalasan” atas indakan seorang Yahudi membunuh seorang petugas Kedutaan Jerman. Serangan itu ibarat sebuah pesat kebun jika dibandingkan dengan persukan yang sendang dilakukan negara Yahudi terhadap Lebanon. ‘tindakan pembalasan’ Nazi mengakibatkan pembunuhan beberapa organ Yahudi dan kerusakan harta benda senilai jutaan dolar.
Jumlah pembunuhan dan perusakan yang dilakukan Israel sejak 1 Agustus 2006 sudah termasuk lebih dari 828 warga sipil Lebanon yang tewas, 3200 yang luka – luka dan 750.000 menjadi pengungsi. Ratusan apartemen ribuan rumah dan sekolah rusak.
BAGIAN II. ISRAEL DAN KEMELUT TIMUR TENGAH
BAB IX. PERANG ISRAEL MELAWAN IRAN: LAUTAN API MENGHADANG TIMUR TENGAH
Kesimpulan
Satu – satunya yang mungkin mendapat manfaat dari serangan militer AS atau Israel terhadap Iran atau sanksi ekonomi terhadap Iran adalah Israel. Hal itu akan terlihat seperti menghapuskan permusuhan militer di Timur Tengah dan mengosolidasi supermasi militernya di Timur Tengah . akan tetapi, hasil itu pun masih menimbulkan masalah karena israel gagal memperhitungkan fakta bahwa tantangan Iran terhadap Israel, terutama bersifat politis. Jadi, tantangan itu bukan berdasarkan potensi nuklir yang tidak jelas.
AS semakin mendekati konfrontasi besar dengan Iran dan pejabat Israel semakin menyiapkan tenggat yang sangat pendek untuk lautan api di timur tengah. Oleh karena semua itu rasanya seolah – olah masyarakat AS dikutuk untuk belajar dari kerugian besar – besaran di masa depan. Warga Amerika harus terorganisasi untuk mengalahkan lobi – lobi politik berdasarkan kesetiaan pada negara lain.
BAB X. KARIKATUR DALAM POLITIK TIMUR TENGAH
Ledakan konfrontasi tentang karikatur yang diterbitkan di Denmark terjadi diantara pemrotes Islam dan Arab, para pemimpin politik dan pemerintahan, AS dan rezim – rezim Eropa bagian barat dan para penerbit karikatur tersebut. Pusat ledakan itu berakar dari upaya Israel untuk mempolarisasi dunia seperti keinginannya dan mengusulkan pengucilan, sanksi ekonomi dan/atau sebuah serangan militer ke Iran.
Ada beberapa pertanyaan kunci, yang telah gagal dijawab oleh hampir semua komentator dan analis. Pertanyaan di bawah ini termasuk dalam daftar ini.
          Mengapa ‘kartun – kartun’ itu diterbitkan di Denmark?
          Apa latar belakang politik ‘Flemming Rose’, editor budaya jyllands – Posten, yang mengumpulkan, memilih dan menerbitkan kartun – kartun itu?
          Apa isu yang lebih besar yang kebetulan sama dengan ‘waktu’ penerbitan dan reproduksi kartun – kartun itu?
          Siapa yang ‘menangguk keuntungan’ dari penerbitan kartun – kartun itu dan menimbulkan konfrontasi antara bangsa Arab/Islam dan barat?
          Apa konteks konenporer politis protes – protes Arab/umat Islam?
          Bagaimana dinas rahasia Israel, Mossad terlibat dalam memancing konflik Barat – umat Islam/ arab dan bagaimana konsekuensi untuk memenuhi harapan mereka?
Denmark: Pusat Kegiatan Mossad
Mengapa Denmark? Dapatkah kontroversi yang dibuat dengan kasar itu timbul dari halaman – halaman surat kabar besar London atau New York?
Mossa memiliki kemampuan untuk memonitor seluruh populasi Arab dan terutama warga Palestina (diperkiran termasuk mereka yang berkewarganegaraan Denmark) di Denmark.
Sebagai balasan atas kesetiaan mereka, Denmark mendapatkan ‘pelatihan’ berharga dari Israel. “sekali dalam tiga tahun, pejabat Intelijen Denmark pergi ke Israel dalam rangka seminar yang diprakarsai oleh Mossad”.
Menyulut Konflik antara Muslim dan Barat
Kamu zionis berhasil dengan tujuan mereka di Irak. Mereka mendirikan tempat pengawasan di daerah kantong bagian utara Kurdi (Kurdistan) dan mengamankan aset – aset dalam rezim “Irak” baru melalui Chalabi dan lainnya. Sementara itu, rencana strategi Israel untuk meluaskan operasi militer AS ke Iran dan Syiria menghadapi tantangan besar dari dalam pihak militer AS dan masyarakat.
BAGIAN III. PAKAR TEROR ATAU TERORIS YANG PAKAR
BAB XI. PAKAR TEROR: BERCERMIN
Para pakar teror sudah ada sebelum perlawanan bangsa Irak dan mereka akan terus ada sesudahnya. Di mana saja kaum tertindas muncul dan secara efektif melawan aturan imperial, di sana akan ada pimpinan akademis.
BAB XII. PELAKU BOM BUNUH DIRI: YANG AGAMIS YANG PROFAN
Ada satu aspek paling penting dari serangan para “pelaku bom bunuh diri” (Suicide Bomber/SB), tetapi jarang didiskusikan. Aspek itu adalah degradasi yang sangat besar dan sistematis oleh Anglo – Amerika (AA) atau hal yang paling dikeramatkan oleh agama Islam. Hal yang paling dikeramatkan itu antara lain kode etik, cara praktik spiritual, ritual – ritual keagamaan, kitab – kitab suci, dan rasa hormat kepada penganutnya yang taat.
Kaum propagandis neo – konservatif, liberal dan pro – Israel, bank jurnalis maupun akademisi, terfokus pada hal yang mereka sebut sebagai ‘patologi – patologi’ pemuda Muslim. Yang dimaksud adalah ‘fanatisme’ terhadap keyakinan mereka, kekerasan mereka yang ‘tidak beralasan’, generasi pemarah dan frustasi karena tinggal di ‘negara gagal’.
Konklusi
“syok dan terheran – heran” atas pengeboman kota – kota hingga pembunuhan, pencederaan dan penghacuran jutaan orang hingga ke penyiksaan dan pencemaran yang suci telah terjadi. Perintah telah datang dari jauh, dari jendral – jendral tak berwajah dan para presiden dan dari sekretaris – sekretaris perang. Perintah itu telah dilaksanakan dengan berhadapan oleh masyarakat awam, pekerja, pegawai dan juru ketik..yang memilih para pemimpin tersebut.
Bagi SB, ‘wajah musuh’ adalah wajah orang – orang mereka, kaya dan miskin, berkuasa atau tidak, jendral atau prajurit.
BAGIAN IV. PERDEBATAN
BAB XIII. NOAM CHOMSKY DAN LOBI PRO – ISRAEL: LIMA BELAS TESIS YANG KELIRU
Noam Chomsky sudah dianggap sebagai pemimpin intelektual AS oleh para cendikiawan, bahkan dalam beberapa sektor media massa. Dia mempunyai banyak pengikut di seluruh dunia terutama dalam lingkaran akademis. Sebagian besar karena kritikan vokalnya atas kebijakan luar negeri AS dan beragam ketidakadilan yang diakibatkan oleh kebijakan – kebijakan tersebu. Chomskytelah dikecam oleh semua organisasi Yahudi dan pro-Israel serta media karena kritiknya mengenai kebijakan Israel terhadap warga Palestina. Bahkan, hal itu juga terjadi katika dia membela eksistensi negara Zionis Israel.
Dalam masa normal, orang akan memberi sedikit perhatian pada polemik akademik, kecuali hal itu menimbulkan konsekuensi politik yang sangat pentin, namun, dalam hal ini Noam Chomsky adalah satu ikon yang emmbela gerakan antiperang AS dan pemberontak intelektual. Dia telah memilih untuk membebaskan Lobi pro – Israel dan kelompok – kelompok afiliasinya serta pembantu – pembantu medianya. Hal tersbut adalah suatu kejadian politik yang penting, khususnya ketika pertanyaan – pertanyaan tentang perang dan perdamaian menggantung.
Megabaikan Lobi pro – Israel sama dengan membiarkan tangan bebasnya mendorong terjadinya invasi ke Iran dan Syria. Lebih buruk lagi, mengalihkannya dari tanggung jawab dengan menunjuk musuh palsu sama saja dengan melemahkan pemahaman masyarakat AS.
Kemarin, orgaisasi – organisasi utama Zionis mengatakan kepada warga AS tentang siapa yang mungkin mengkritik atau siapa yang tidak mengkritik di Timur Tengah. Hari ini, mereka mengatakan siapa yang mungkin mengkritik di amerika Seriktat. Besok mereka akan mengatakan kepada warga AS untuk menundukkan kepada dan menerima kebohongan serta tipuan mereka. Mereka melakukan itu demi terlibat dalam perang penaklukkan baru untuk melayani rezim kolonial yang menjijikkan secara moral.
BAB XIV. MENGOFRONTASI ZIONISME DAN MENEGAKKAN KEMBALI KEBIJAKAN AMERIKA DI TIMUR TENGAH
Saat ini masyarakat Amerika perlu bergerak maju dan melepas kolonisasi negara, pikiran dan politik mereka. Hal itu merupakan langkah pertama dalam merekonstitusi sebuah republik demokrasi. Bebas dari jereatan sekutu kolonial dan neo-imperial.
Judul buku : The Power of Israel in USA (Zionis Mencengkram Amerik dan Dunia
Penulis : James Petras (Profesor Emiritus Binghamton University, USA)
Penerbit : ZAHRA Publishing House
Tahun : 2008
Kota : Jakarta
Tebal buku : 336 hal
Ukuran buku : 16 x 24 cm
ISBN : 978 – 979 – 26 – 6526 – 0

sumber : http://www.abadiorkes.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s