Resensi Film “Tears of the Sun”

Resensi Film “Tears of the Sun”
(“setiap manusia pasti memiliki sisi humanisnya, hanya saja ada yang muncul dan ada yang masih terpendam.”)
Penderitaan, kesengsaraan, dan penghargaan terhadap nyawa manusia tidak ada, adalah realitas abad ke – 21. “Kasihanilah sesamamu seperti dirimu sendiri” yang menurutku kata sakral yang harus diperjuangkan. Tetapi saat ini jika kita menonton film ini, maka untuk mengangkat panji kasih sangatlah sulit.

Dalam film Tears of the Sun ini, menceritakan tentang konflik yang terjadi di daerah Nigeria. Nyawa sudah tiada artinya dan pembunuhan massal terjadi dimana – mana. Sungguh menyedihkan jika terjadi konflik antar bangsa dan itulah yang terjadi. Dalam film yang dibintangi oleh Bruce Willis ini diceritakan juga tentang bagaimana seorang agen militer yang memiliki karakter dingin menjadi berubah dengan menunjukkan sisi humanisnya. Betapa tidak, melihat dengan mata sendiri bagaimana dinamika perjuangan kaum – kaum tertindas disana.

Secara beruntut saya akan menceritakan alur film ini.
Nigeria menegang ketika Samuel Akuza terpilih menjadi presiden Negara tersebut. Pemberontakan pun tak bisa dielakkan dan yang paling radikal menunjukkan perlawanan adalah organisasi Mustafa Yakubu. Isu yang berkembang adalah dengan memanfaatkan perbedaan Ras dan etnik di Negara ini. Negara yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 120 juta dengan beragam perbedaan etniknya, menjadi kacau balau. Dan etnik Yakubu dalam beberapa waktu berhasil menduduki Nigeria dan membersihkan etnik – etnik yang dinilai bertentangan dengan mereka dan pro terhadap Samuel Yakuza  dan dalam hal ini etnik tersebut adalah suku Ibo. Sebagian suku Ibo pun terpaksa melarikan diri untuk mencari perlindungan dari pembersihan yang dilakukan suku Yakubu.
Sementara itu PBB tidak berkomentar dan Amerika Serikat segera mengambil langkah represif namun bukan untuk menyelesaikan konflik tersebut tetapi lebih untuk menyelamatkan warga mereka yang masih berada di Negara konflik tersebut. Pihak militer Amerika pun segera bergerak dengan menyiapkan agennya Eagle One untuk menyelematkan warga mereka. Dan misi  utama kali ini adalah menyelamatkan Dr. Lena Fiore Kendricks. Selain itu misi sampingan lainnya adalah menyelematkan dua orang suster dan satu pendeta. Dan pasukan Eagle One siap dan menyanggupi misi ini.
Kisah di film ini aka segera lebih menarik….
Pasukan tersebut mulai bergerak dan masuk ke daerah yang dituju. Dan mereka berhasil menemukan Dr. Lena beserta dua orang suster dan seorang pendeta. Tetapi ketika pasukan mengajak 4 orang tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Dr. Lena mengingnkan agar warga lainnya yang ada dipengungsian harus diselamatkan semua dan ikut dengan mereka.  Letnan Waters (dibintangi oleh Bruce Willis) sempat kebingungan. Namun akhirnya dia pun mengiakan kemauan dari suster tersebut. Dan akhirnya semua warga pengungsian ikut dengan mereka dalam pelariaannya. Hanya saja dua orang suster dan satu pendeta tersebut tidak ikut karena mereka juga sudah tua dan bertahan di sana karena masih banyak warga pengungsian yang masih sekarat dan terbarng di tempat tidur sehingga mereka tetep kukuh di sana. Akhirnya yang berangkat untuk dievakuasi hanya Dr. Lena, warga setempat dan Pasukan.
Dalam perjalanannya banyak kisah – kisah yang seru..
Dalam pengavakuasiaan mereka harus berjalan 12 km menuju helicopter agar bisa terbang ke Amerika.  Mereka pun berjalan selama beberapa hari melalui hutan – hutan alam yang masih segar.
Singkat cerita, akhirnya mereka sampai kepada lokasi yang telah ditentukan untuk daerah tempat pendaratan helicopter dalam rangka menjemput mereka. Helicopter pun muncul berjumlah 2 buah. Hanya saja kekagetan muncul dari warga dan Dr. Lena sendiri, ketika pasukan menarik hanya Dr. Lena untuk naik ke helicopter sementara warga pribumi ditinggal begitu saja. Ternyata pasukan telah menyusun rencana agar Dr. Lena mau ikut dengan pasukan walaupun mengajak warga pribumi. Tetapi setelah mereka sampai pada lokasi helicopter mereka pun meninggalkan warga dan hanya membawa Dr. Lena. Dr. Lena pun sedih bukan kepalang. Emosinya meluap – luap karena warga pribumi tidak diajak dan diselamatkan dari pemberontak. Kemudia 2 helikopter tersebut pun akhirnya  terbang bersama Dr. Lena dan pasukan, tidak ada warga pribumi. Dr. Lena pun terisak – isak  terus di dalam helicopter. Sementara itu mereka melewati daerah yang pertama kali mereka tuju yaitu daerah yang masih ada 2 orang suster, satu pendeta dan warga yang sekarat. Mereka melihat dari atas helicopter bahwa desa tersebut telah rata dengan tanah. Gambaran ini semakin membuat Dr. Lena menjerit, menangis menyaksikan pembunuhan massal yang sangat menyedihkan tersebut. Semua pasukan di dalam helicopter pun terdiam sejenak dalam hening. Namun tiba – tiba, letna dengan sedikit diselimuti rasa sedih menyarankan kepada pengemudi helicopter agar kembali ke lokasi tempat pemberhentian helicopter tadi untuk menjemput warga pribumi yang awalnya telah dievakuasi tadi. Dan helicopter pun memutar balik.
Lalu mereka sampai dan langsung mengajak warga pribumi tersebut. Permasalahannya adalah ketika helicopter hanya memiliki muatan yang sedikit. Sehingga tidak semua mereka yang ikut neik helicopter. Akhirnya, pasukan, Dr. Lena, dan beberapa warga pribumi memutuskan untuk melewati jalan darat untuk keluar dari daerah konflik tersebut dan sementara lainnya seperti anak – anak dan beberapa ibu – ibu naik helicopter.
Perjalanan kedua menuju aman……
Dalam perjalanan ini, mereka akan melewati perbatasan Nigeria menuju Kamerun. Karena hampir di setiap daerah Nigeria memang sudah tidak aman lagi dan sudah dikuasai oleh pemberontak yaitu etnik Yakubu. Sementara mereka berjalan beberapa jam, tentara pemberontak menemukan jejak mereka dengan melihat kaleng asap yang sebelumnya digunakan pasukan untuk memberitahu lokasi kepada helicopter. Lalu mereka pun mengikut rombongan pasukan amerika tersebut.
Ketika mereka istirahat, letnan memiliki firasat yang tidak baik. Ini dilatarbelakangi karena pemberontak bisa mengikuti jejak mereka, padahal rombongan Dr. Lena sudah cukup jauh awalnya meninggalkan para pemberontak yang mengikuti. Lalu mereka berembuk dan kemudia tiba – tiba salah seorang warga pribumi yang ikut dalam rombongan melarikan diri. Lalu salah satu pasukan menembak dan akhirnya orang yang lari tadi roboh. Setelah itu mereka mengintrogasi dia dan ternyata dia adalah mata – mata pemberontak yang diajak dengan mengancam keluarganya. 
Kemudian letnan langsung kembali menuju rombongan dan menanyai mereka mengapa sampai ada mata – mata. Lalu dengan sedikit jedah yang lama akhirnya seorang yang msih muda angkat bicara. Dia ternyata adalah Putra satu – satunya dan keturunan satu – satunya yang tingga dari Samuel Y. karena pemberontak telah menghabisi semua keluarganya termasuk Presiden sekaligus ayahnya Samuel Y.
Letnan dan semua pasukan pun terkejut. Ternyata yang selama ini mereka selamatkan adalah seorang yang dicari oleh pemberontak. Itu mengapa pemberontak selalu mengikuti mereka karena masih ada keturunan Samuel Y. yang tersisa. Pasukan pun tidak bisa berkata – kata terlalu banyak. Dan mereka akhirnya melanjutkan perjalanan. Beberapa jam setelah ini, mereka tiba- tiba diserang oleh pemberontak. Dan disinilah terjadi pertempuran hebat. Pasukan dengan kecerdasannya berusaha menyelematkan para warga pribumi dan tersu berjuang dengan formasi – formasi yang hebat. 
Namun karena banyaknya tentara pemberontak, 3 orang pasukan harus mati. Dan dalam keadaan tidak baik bagi pasukan, akhirnya pesawat tempur dating dan langsung membombardir para pasukan pemberontak. Dan dalam sekejap mereka pun luluh lantah. Sementara 4 pasukan yang tersisa, Dr. Lena dan beberapa warga pribumi yang masih hidup akhirnya terselamatkan dan mereka pun sampai pada perbatasan.
Ada rasa haru ketika pasukan berjalan melewati para warga yang telah mereka selamatkan. Dengan kaki terpincang – pincang pasukan mendapat tangis kebahagian dan sanjungan dari warga dan Dr. Lena.
Akhir cerita…
Akhirnya para warga pribumi berhasi melewati perbatasan dan keluar dari Negara Nigeria dengan seorang keturunan Samuel Y. sehingga ada harapan untuk menciptakan suatu kekuatan baru untuk menyelamatkan Negara dan keturunan mereka.
Sementara itu Dr. Lena dan para pasukan langsung menaiki helicopter untuk berangkat pulang ke Amerika. Ada adegan yang membuat haru ketika perpisahan Dr. Lenadengan para warga yang selama ini telah dirawat oleh Dr. Lena. Kemudian para warga mengucapkan terima kasih kepada para pasukan karena tela menyelamatkan mereka dan etnik mereka.
Satu kata untuk film ini : “KEREN”
Selain menggambarkan bagaimana seorang pasukan memiliki kecerdasan dan strategi yang sangat brilian, kemudia juga latar yang baik, peralatan yang cukup canggih, serta video yang bagus, ternyata film ini mengajari kita untuk mensensitifkan sisi humanis kita. Seorang pasukan militer saja mampu menangis dan menunjukkan sisi humanisya padahal barangkali mereka juga pasti sering membunuh, tetapi pada misi ini mereka sanggup menunjukkan sisi humanis yang jarang terlihat pada seorang pasukan militer.
Keren dan sungguh keren, bagaimana kita menghargai nyawa manusia, bagaimana kita bisa ikut dalam kesengsaraan orang lain dan yang lebih penting bagaimana Dr. Lena yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan warga pribumi, tetapi dia sanggup merekan nyawanya dengan mereka.
Hebat……
Barangkali jika kita menonton film ini sampai tiga kali, empat kali bahkan lima kali, kita tidak akan bosan. Film ini sarat akan makna saling mengasihi sesame manusia. Jika saja harga nyawa manusia tidak ada arti, inilah yang menjadi mengerikan.
Semoga resensi film ini bermanfaat untuk saudara.
Terima kasih…

sumber: http://abadiorkes.blogspot.com/2012/01/resensi-film-tears-of-sun.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s