MAMALIA: Deskripsi

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Pada dasarnya, tidak semua hewan-hewan yang dapat berhubugan langsung dengan anaknya, tak terkecuali yang baru lahir. Banyak hewan-hewan yang begitu melahirkan anaknya/meneteskan calon individu, anaknya tersebut akan ditinggalkan begitu saja untuk menentukan pilihan hidupnya.

Namun pada percobaan kali ini, tidak membahas hewan-hewan seperti itu, melainkan hewan-hewan yang mempunyai kasih saying lebih kepada anak-anaknya. Ini didukung oleh suatu organ yang dimiliki oleh hewan mamalia ini, sehingga hewan sebuas atau seganas apapun tak akan pernah membunuh anaknya sendiri.

Pada hewan ini, banyak yang akan dipelajari dan dibahas baik dari segi morfologi maupun anatominya

B.     Tujuan Percobaan

Tujuan untuk praktikum kali ini ialah, untuk mempelajari dan memahami morfologi dan anatomi mamalia.

PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini akan membahas tentang mamalia. Namun sebelum mambahas lebih lanjut, sebelumnya akan dijelaskan langkah-langkah serta alat dan bahan yang digunakan para praktikan dalam melakukan percobaan ini. Alat dan bahan yang digunakan ialah, kelinci dan tikus (sebagai objek), alcohol/chloroform, disekting set dan jarum pentul. Kegunaan alcohol/chloroform nantinya untuk membuat objek mabuk/tidak sadar diri. Lalu jarum pentul berguna untuk mempermudah dalam pengamatan, karena nantinya jarum pentul akan menahan kulit luar yang dipotong. Kemudian disekting set, dimana alat ini akan dibutuhkan dalam praktikum terkhususnya dalam hal pembedahan. Alat-alat ini sangat penting dalam proses berjalannya praktikum.

Selanjutnya akan membahas tentang prosedur atau langkah-langkah yang dilakukan pada saat praktikum. Yang pertama para praktikan memilih hewan mana yang akan dibedah, tikus atau kelinci. Lalu membius objek dengan memberinya kloroform. Lalu setelah objek “tidak berdaya” maka akan dilakukan pembedahan. Objek diletakkan diatas papan bedah dengan posisi telentang, agar memudahkan dalam pembedahan. Lalu membedahnya mulai dari anus hingga ke arah kepala dengan menggunakan gunting bedah atau juga pisau. Pada saat pengguntingan akan terhambat oleh tulang rusuk yang keras, maka tulang rusuk tersebut akan dipotong. Yang perlu diperhatikan dalam pembedahan ialah agar organ pencernaan tidak terpotong dan diusahakan agar tidak mengeluarkan banyak darah agar memudahkan dalam pengamatan. Lalu bekaas potongan kulit ditahan dengan menggunakan jarum pentul yang telah diperisapkan tadi. Kemudian membersihkan darah yang tercecer di dalam tubuh objek kemudian menngamatinya dengan teliti. Dan selanjutnya menggambar dan memahami fungsi dari masing-masing organ yang ada pada objek.

Dalam pengamatan, para praktikan tidak menemukan hal-hal yang istimewa, maksudnya apa yang ada direferensi sudah sama dengan apa yang sudah diamati. Namun ada yang membuat para praktikan sempat “surprised” bahwa usus buntu yang ada pada kelinci ternyata tidak seperti dibayangkan sebelumnya, karena kelinci ternyata mempunyai usus buntu yang sangat besar jika dibandingkan dengan hewan mamalia lainnya terutama manusia.

Pada dasarnya mamalia ialah hewan vertebrata yang ditutupi oleh rambut. Yang betina mempnyai kelenjar mamae (air susu) yang tumbuh baik. Untuk anggota gerak depan berfungsi untuk banyak hal, yaitu berlari, menggali lubang, berenang dan terbang. Pada jari-jari hewan mamalia, terdapat cakar, kuku atau tracak. Pada kulit terdapat banyak kelenjar keringat. Respirasi dengan paru-paru dan banyak mengandung bagian kecil-kecil . pada laring terdapat pita suara. Jantung, dimana pusat sirkulasi telah mempunyai 4 ruang dimana dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel) seperti pada aves. Temperature tubuh tetap atau dengan kata lain, hewan mamalia termasuk hewan homoiterm (berdarah panas). Sel darah merah tidak berinti. Ginjal sudah berbentuk metanefros dengan dua ureter yang mengeluarkan kemih langsung ke kantung kemih. Lubang genital dan anus terpisah, baik pada jantan maupun pada betina. Fertilisasi secara internal. Pada jantan memiliki organ intromitten (penis). Telur kecil, tidak bercangkang, dikandung dalam uterus (oviduk yang bermodifikasi). Di dalam semua mamalia itu vivipar. Embrio berkembang dalam uterus dan pertukaran metabolic antara embrio dan induk terjadi melalui plasenta (baik untuk nutrisi maupun untuk respirasi).

Pada mamlia gigi umumnya terbagi menjadi empat tipe. Gigi seri, gigi taring, gigi premolar, dan molar. Dibandingkan dengan kondisi vertebrata lainnya, jumlah tulang tengkorak mamalia banyak yang terduksi.

Menurut ilmu evolusi, banyak mengatak bahwa mamalia itu berasal dair reptilian, namun setelah diteliti lagi ternyata tidak dan banyak data-data yang dapat mendukung itu semua, salah satunya ialah mamalia mempunyai dua kondil sedangkan reptilian tidak.

Itu semua adalah sedikit tentang gambaran dari mamalia. Namun selanjutnya akan membahas tentang objek yang diamati dalam praktikum yaitu, kelinci.

Karakteristik eksternal, telinga luar (pinnae) lebar. Mata besar, dengan membrane niktitans. Bibir lembek dan fleksibel. Disekitar moncong ada rambut-rambut panjang (vibrissae). Kaki depan lebih kecil dari kaki belakang, kaki belakang panjang kuat untuk melompat. Kaki depan dengan 5 jari, kaki belakang dengan 4 jari. Ekor pendek, anus di bawah ekor. Lubang urogenital disebelah anterior anus. Ada kelenjar yang mengeluarkan bau  di dekatnya anusnya. Kelenjar air susu berjumlah 4 atau 5 pasang, dengan putting-putting tampak jelas dari luar.

Ruang tubuh, selom terbagi menjadi 4 kompartemen, yaitu ruang pericardial yang di dalamnya terdapat jantung, ruang peritorneal yang di dalamnya terdapat alat-alat pencernaan (viscera abdominal), dan 2 ruang pleural masing-masing dengan sebuah paru-paru.

System skeletal, pada kelinci sama seperti pada mamalia umumnya. Pada setiap rahang terdapat gigi seri, dua buah diatas, dan satu buah di bawah, ggi taring tidak terdapat pada kelinci, gigi premolar (tiga buah di atas dan dua buah di bawah), gigi molar (tiga buah di atas dan tiga buah di bawah), jadi pada kelinci, formula gigi adalah sebagai berikut,

2  2  0  2    2  0  2  2

2  2  0  2    2  0  2  2

Pada praktikum…

2 – 0 – 3 – 3

1 – 0 – 2 – 3

Pada referensi….

Perbedaannya terletak di rahang bagian bawah pada jenis gigi seri, dimana gigi seri di rahang bawah pada referensi ada 1 sedangkan pada praktikum ada 2. Mungkin pada saat dewasa akan tumbuh gigi seri ini. Sehingga menjadi 2 buah pada rahang bawah. Sedangkan permasalahan yang lain ialah pada rahang bagian atas, dimana pada jenis gigi premolar. Dimana pada referensi terdapat 3 buah sedangkan pada praktikum ada 2 buah. Lalu ada lagi pada rahang atas dan rahang bawah, yaitu pada jenis gigi molar, dimana pada referensi terdapat masing-masing 3 buah sedangkan pada praktikum ada masing-masing dua buah. Ini mungkin dapat terjadi pada saat masa pertumbuhan dimana mungkin tanggal atau tidak terlihat saat perhitungan.

System pencernaan, lidah mempunyai papilia perasa. Terdapat 4 pasang kelenjar lidah, yaitu; parotid, infraorbital, submaksilari, dan sublingual. Terdapat kandung empedu dan saluran getah  pancreas yang bermuara ke dalam duodenum. Sekum (caecum) bedar berdinding tipis, panjangnya kira-kira 50 cm, mempunyai sebuah appendiks vermiformis (umbai cacing) yang bentuknya seperti jari.

Siistem respirasialur-alurr hidung mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori. Laring beratap ssebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru masing-masing dalam ruang pleura yang terpisah. Fase aktif dalam pernafasan adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi dari tulang-tulang iga.

System sirkulasi, karakteristik yang paling menonjol pada kelinci ialah percabangan lekung aorta menjadi arteri innominator dan arteri subklavia kiri, kanan, arteri karotis, kanan dan kiri.

System ekskresi, ginjal tertekan berbentuk seperti biji kacang. Ruang median ginjal yang disebut pelvis renalis berhubungan dengan kantung kemih melalui ureter. Dari kantung kemih itu keluar uretra yang bersatu dengan sinus genitalis (pada betina) atau dengan vas deferens (pada jantan). Pada kelinci tidak terdapat kloaka.

System sensoris, mempunyai telinga luar (pinnae). Gelombang suara disalurkan melalui meatus auditori eksternal ke membrane timpani. Telinga tengah mengandung tiga buah osikel auditori, yaitu malleus, inkus dan stapes. Koklea agak berkelok. Mata tidak mengandung pekten (seperti yang terdapat pada burung). Disbanding dengan vertebrata yang lebih rendah, maka pada kelinci, membrane olfaktori lebih luas, organ pembau lebih efektif, karena membrane olfaktori itu lebih luas. Hal itu disebabkan karena papan-papan tulang dalam rongga hidung bergulung-gulung membentuk kurva.

System reproduksi, fertilisasi internal. Ada organ intromitten (seperti pada kebanyakan mamalia lainnya) atau sering disebut penis. Testis terkandung di dalam saku skorotal. Perkembangan embrio terjadi dalam uterus. Plasenta kelinci terbentu dari persatuan antara korion dan allantoiis. Lama kandungan sekitar 30 hari. Mungkin sampai ada 10 buah yang terjadi simultan. Kelinci dewasa secara seksual setelah berumur 3 bulan.

Berdasarkan cara reproduksi dan perkembangan fetusnya, kelinci itu lebih tinggi tingkatannya dari mamalia rendah.

Pada mamalia yang lebih tinggi tingkatannya (termasuk manusia) embrio yang kemudian tumbuh menjadi fetus tinggal dalam uterus untuk waktu yang lebih lama. System sirkulasinya berelasi dekat dengan system sirkulasi tersebut, dimungkinkan oleh terbentuknya plasenta yang merupakan saran mekanisme difusi makanan dan oksigen kepada embrio/fetus dan membuang sisa makanan.

KESIMPULAN

Berikut ini ialah beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini, ialah:

  1. Mamalia adalah hewan yang menyusui karena ia memiliki apa yang disebut dengan glandula mamae.
  2. Fertilisasi internal
  3. Sudah mempunyai anus dan saluran urogenital
  4. Kebanyakan tubuh mamalia ditutupi oleh rambut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s