Resensi Buku: Filsafat Teknologi

Judul: Filsafat Teknologi: Don Ihde tentang Manusia dan Alat

Penulis: Francis Lim

Penerbit: Kanisius

Tahun: 2012

Kota: Yogyakarta

ISBN: 978 – 979 – 21- 1909 – 1

Rangkuman:

BAB I. Filsafat Teknologi dan Filsafat Sains

–          Dasar teori Pengetahuan adalah tindakan

–          Apakah teknologi (praksis) berasal dari Sains (teori)?

–          Kenegatifan Teknologi

  • Perubahan konsep sains
  • Teknologi memiliki teori dasar tersendiri

–          Sains – teknologi – dampak social

–          Benarkah teori berasal dari sains?

–          Koreksi atau interface teknologi dan sains terletak pada realitas instrument (Realisme Instrumental)

BAB II. Pemikiran Heidegger tentang Teknologi

–          Apakah teknologi mendahului sains?

–          Menurut Heidegger, secara ontology, teknologi mendahului sains, namun secara ontology, sains mendahului teknologi.

–          Bagaimana batas – batas teknologi?

–          Teknologi ——————————— Parsial

  • Instrumentas
  • Antropologi

–          Menurut Heidegger, teknologi adalah suatu penyingkapan yang benar, sebab segala sesuatu memiliki efek sebagai konsekuensinya.

–          Menurut Aristoteles ada 4 sebab:

  • Sebab Materi
  • Sebab Final
  • Sebab formal
  • Sebab efesien

–          Orientasi pemanfaatan alam —Ge – stell

–          Ge – stell – sains

BAB III. Teknologi dan Dunia – Kehidupan: Instrumentasi dalam Dunia – Kehidupan

–          Persepsi ada 2 menurut Ihde:

  • Persepsi Mikro: Persepsi yang langsung dari tubuh dan indera Manusia (body one)
  • Persepsi Makro: Persepsi yang diperoleh dari budaya dan lingkungan seperti cara berpikir kebiasaan (body two)

–          Mikro — (teknologi) — Makro

–          Keterbatasan waktu adalah temporalitas

–          Lorenzo C. Simpson: Penciptaan arloji mengawali suatu representasi waktu yang baru, yaitu waktu linier dimana waktu terus berjalan dan tidak dapat dikembalikan (hlm. 88)

–          Bumi adalah arloji besar tempat manusia hidup (hlm. 90)

Teknologi mengubah persepsi manusia:

  1. Persepsi waktu: Manusia kurang dekat dengan alam karena telah munculnya arloji. Sosialisasi di matematika tentang waktu membuat teknologi mengubah persepsi waktu
  2. Persepsi ruang

–          Peta mengubah persepsi ruang untuk melukiskan permukaan bumi

–          Lensa, mikroskop dan teleskop mengubah persepsi ruang

  1. Teknologi tulisan mengubah bahasa

–          Tulisan merupakan simbol – simbol buatan manusia yang dibuat di atas permukaan (hlm. 94)

–          Menurut Sokrates, tulisan tidak manusiawi karena berpura – pura untuk menghadirkan di luar pikiran sesuatu yang secepatnya berada dalam pikiran (hlm. 95 – 96)

–          Menulis merupakan operasi  SOLIP SISTIK

–          Bahasa Lisan: Pendengar: Kolektif

–          Bahasa Tulisan: Pembaca: Fragmentasi

Tulisan, percetakan dan computer —————- menteknologikan bahasa – (transformasi bahasa) – komuikasi

Hubungan mansuia – teknologi

  1. Hubungan kebertubuhan (Embodiment Relations): alat sebagai perpanjangan dari tubuh manusia dan sebagian tubuh manusia dalam relasinya dengan dunia.
    1. Noema: Dunia
    2. Noesi: TIndakan Melihat
    3. Teknologi berada pada posisi mediasi (hlm 102)
    4. Hubungan Hermeneutis (Hermeneutic Relations): alat teknologi dibaca sebagai teks yang perlu ditafsirkan. Alat yang harus dibaca
    5. Hubungan keberlainan (Alterity Relations): Hubungan manusia – teknologi yang ketiga adalah hubungan keberlainan dimana teknologi dilihat sebagai Quasis yang lain.
      1. Manusia tidak bisa dilihat sebagai objek (epistemologis) dan sarana (etis)
      2. Hubungan latar belakang (Background Relations): hubungan dengan teknologi hanya seketika waktu

Cth: penggunaan ACyang hanya perlu menghidupkannya saja sesudah itu tidak perlu diarahkan

–          Walaupun peran teknologi dalam hubungan ini ialah sekadar latar belakang namun teknologi masih mengubah pengalaman manusia.

–          Alat adalah sarana untuk mencapai tujuan (hlm. 122)

BAB IV. Pengaruh Teknologi atas Menusia dan Dunianya

  • Pluripalate: Kemampuan untuk memakan masakan yang berlainan jenis menunjukkan cita rasa mekanan yang plural (hlm. 134)
  1. Teknologi tertanam (embedded) dalam budaya –makro persepsi

–          Teknologi adalah cara berpikir yang memanipulasi dan mengeksploitasi dunia sebagai persediaan. Cth: penggunaan mesin yang berbeda – beda di Negara – Negara Barat dan Cina (hlm 136). Perbedaan budaya: di barat penggunaan mesiu untuk perang sedangkan di Cina penggunaan mesiu untuk hiburan

–          Dalam hal ini teknologi bersifat netral karena tidak mengandung tujuan – tujuan pada dirinya sendiri. Teknologi hanya bergantung pada konteks penggunaannya dalam budaya yagn berbeda (hlm. 137)—–menurut Heidegger.

–          Kubu NECKER menjelaskan hubungan teknologi dan budaya — mengandung unsure multi stabilitas. (hlm. 138 – 141)

  1. Plurikulturalitas: merupakan suatu bentuk multikulturalitas yang terjadi akibat pengaruh teknologi.
    1. Akibat teknologi citra: 1. Citra tidak bergerak, 2. Citra bergerak. Cth: foto dan film
    2. Teknologi citra bersifat negative (hlm. 146)
  1. Tenggung jawab dalam membuat keputusan

–          The One Choice I Don’t have is the Choice not to make a choice (Don Ihde), (hlm 150)

–          Teknologi mempengaruhi manusia dalam membuat keputusan. Cth: merencanakan anak untuk memutuskan jumlah anak (hlm. 152)

  1. Materialisasi yang Konseptual: mengkonkretkan yang abstral (153 – 154)

–          Matematika bisa divisualisasikan dengan computer

  1. Fenomena Berulang Balik: dalam komunikasi tanpa mengenal ruang – waktu secara responsive

BAB V. tanggapan terhadap Pemikiran Don Ihde

  • Arsiran/benang simpul antara Filsafat teknologi dan filsafat sains yakni refleksi atas peranan Instrumentasi. Instrumentasi membuat sains menjadi konkret yang sebelumnya hanya bersifat teoritis. (hlm. 158)
  • Realitas yang ditampilkan oleh perwujudan sains dalam teknologi adalah Realisme Instrumentasl dan menjadi penghubung antara filsafat Sains dan Filsafat teknologi (hlm. 158 – 159)
  • Menurut Ihde, filsafat teknologi terlambat muncul dalam wilayah filsafat Barat terutama di Amerika Serikat karena para filsuf terlalu berkutat pada perbedaan teknologi dan sains serta persoalan mana yang lebih dahulu. (hlm. 165)
  • Penggunaan teknologi cenderung melihat perubahan akibat – sebab (hlm. 165)
  • Ihde menyadarkan kita tentang pengaruh dan dampak penggunaan alat teknologi dalam cara bagaimana kita mempersepsikan dan memahami dunia kehidupan, terutama hubungan manusia – teknologi – dunia
  • Permasalahan makro sering diselesaikan dengan mikro – padahal itu hanya menghambat bukan menuntaskan.
  • Kerusakan lingkungan dan ekologi akibat teknologi kurang serius ditanggapi. Ihde berpendapat bahwa hingga sekarang masalah lingkungan alam diatasi dengan cara menerapkan solusi mikro terhadap permasalahan makro. (hlm 171)

Contoh masalah makro adalah masalah pembuangan sampah toksik dari proses kimiawi sedangkan contoh solusi mikro adalah pendaurulangan bahan – bahan yang pernah dipakai. Daur ulang tidak dengansendirinya akan menyelesaikan masalah pembuangan sampah toksik. Cara tersebut hanya memperlambat proses ini, namun tidak menghentikannya. Larangan penggunaan bahan toksik tanpa memberi alternative bahan lain juga tidak menyelesaikan masalah ini.

Ihde berpandangan bahwa hanya dengan consensus global dan kerjasama seluruh pihak di dunia, masalah lingkungan hidup dapat diselesaikan. Ihde memberi contoh lubang ozon yang terjadi akibat dari penggunaan gas kloroflorokarbon (CFC), gas karbonmonoksida dan gas lain dari pabrik Industri.

  • Pemikiran Ihde
    • Teknologi memiliki otonomi sendiri (memiliki hidup sendiri) baik cara kerja ataupun dinamika
    • Teknologi bersifat netral, positif dan negative ditentukan oleh manusia
    • Pembagian alat teknologi menurut Lewis Munford: (hlm 181)
      • Perkakas (Utenlis)
      • Aparatus (apparatus)
      • Prasarana (utilities)
      • Alat (tools)
      • Mesin (machine)
      • Menurut Francis Lim:
        • Alat: benda yang digunakan secara langsung untuk melakukan kerja
        • Instrument: digunakan untuk mengukur, membuat observasi/catatan fenomena
        • Mesin: digunakan namun tidak tergantung pada energy manusia tetapi membutuhkan pengendalian manusia

GLOSARIUM:

  • Prototipe: percontohan
  • Represi: Penekanan/pengekangan
  • Epistemologis: dasar pengetahuan/filosofis
  • Etis: etika/kesepakatan umum
  • Metafisis: ilmu tentang non – fisik
  • Utopia (lawan kata distopia): Sistem perencanaan yang sempurna namun masih abstrak
  • Transendental: sukar dipahami/abstrak
  • Feminis: gerakan emansipasi/persamaan hak
  • Entitas: satuan berwujud/wujud
  • Magnifikasi: menarik/bagus sekali
  • Antologi: kumpulan tulisan pilihan
  • Deisme: paham dunia yang membutuhkan Tuhan untuk mencipta dan menggerakkan alam
  • Laten Telic: Tidak disadari
  • Opacity: wujud alat
  • Gestalt: Dunia
  • Refikasi:
  • Artifisial: tidak alami/buatan
  • Perseptual:
  • Alienasi: merasa terasing/terisolasi
  • Distenosiasi:
  • Presumsi: Penguraian/pengandaian
  • Intensionalitas:berdasarkan niat atau keinginan
  • Kontinium: rangkaian
  • Amplifikasi:pembesaran, perkembangan, perluasan
  • Isomorfisme: kesamaan struktur fonologis, grama-tikal, leksikal, atau semantis dua bahasa atau lebih
  • Distingsi:perbedaan
  • Alih – alih: dengan tidak disangka – sangka/kiranya
  • utilitas:faedah, manfaat, kegunaan
  • Eutanasia: mengakhiri hidup (orang/hewan) dengan sengaja karena sakit berat dan luka parah atas dasar perikemanusiaan
  • Fertilisasi in Vitro: bayi tabung
  • Dinafikan:
  • Transenden: diluar kemampuan manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s