Resensi Film: OUTPOST BLACK SUN

(“Kekuatan cinta adalah setan kemanusiaan”)

Paras Chaterine Steadman yang berperan sebagai Lena, sanggup mengisi kegelapan suasana langit Eropa TImur dalam film Outpost Balck Sun.

Scene film bergenre thriller-action-horor ini diawali ketika sisa-sisa isapan terakhir filter Lena dalam penungguannya di bangku rumah sakit di selesaikan oleh panggilan suster rumah yang terdengar dari belakang punggunnya yang mulus tanpa tattoo. Lena datang ke Rumah sakit untuk menemui salah satu mantan battalion Nazi yang masih ‘manusia’ dengan sisa-sisa umurnya untuk mencari informasi tentang keberadaan Klau Listener (salah satu Ilmuan Nazi yang hebat), untuk membalas dendam karena telah membunuh keluarganya. Informasi yang diperoleh dari Armand Rauch tersebut tidak banyak hanya saja dia menemukan cincin Nazi yang menjadi benda penting karena akan mengakhiri kebringasan zombie-zombie Nazi.

Film ini sangat inspiratif khususnya bagi kita yang senang dengan film action-horor. Selain seru, film ini sedikit banyak menyerempet tentang sisa-sisa kehebatan Nazi di tahun 1945 yang pernah mendunia.

Hasratnya yang kuat membawa Lena pada petualangan antara hidup dan matinya. Setelah mendapatkan informasi dan sebuah cincin dari rumah sakit tadi, dia melanjutkan misinya untuk mencari Klaus Listener ke Eropa Timur.

Pada perjalanannya, dia bertemu dengan Wallace, seorang ilmuan yang tetarik dengan proyek medan magnet yang menjadi energi para zombie yang ada di daerah tempat yang dituju Lena. Proyek Energi Medan Magnet ini adalah proyek yang pernah dibuat oleh ilmuan Nazi dulu, yaitu Hunt untuk menghidupkan tentara-tentara Nazi yang sudah mati. Misi pendirian proyek ini adalah menciptakan Nazi yang Abadi.

Wallace dan Lena, bergabung dengan tentara NATO untuk menghentikan perluasan Proyek Medan Magnet dan lahirnya Zombie yang lebih banyak lagi karena telah banyak menggerus nyawa-nyawa yang tak bersalah.

Rombongan berencana akan menghancurkan mesin tersebut untuk menghentikan misi mengerikan mereka. Pada perjalanan pencarian pusat mesin, mereka harus melewati pertempuran dengan para Zombie. Perasaan gembira sempat menghampiri mereka ketika mereka menemukan mesin-mesin yang mereka duga sebagai mesin utama proyek tersebut. Namun, kenyataannya yang mereka temukan bukan mesin utama. Para rombongan pun sempat frustasi. Namun Wallace dengan kecerdasannya menemukan titik terang yang membawa mereka pada pintu rahasia. Pintu rahasia ini adalah pintu yang membawa mereka menuju pusat mesin.
Singkat cerita, mereka menemukan pusat mesin dan kemudian mereka menon-aktifkan mesin tersebut dan seketika semua zombie yang ada di area medan magnet akhirnya tak bernyawa setelah Lena menggunakan cincinnya untuk memutar mesin yang berada pada suatu ruangan pusat mesin.

Sempat diragukan karena Lena seorang wanita, dia hampir saja tidak diikutkan dalam rombongan dan disuruh oleh pasuka NATO untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, pada akhirnya dialah yang menghentikan dan menggagalkan Mega Proyek Mengerikan itu. Dan alur film ini menggambarkan keteguahn Lena sehinnga berhasil menggagalkan perluasan medan magnet dan menghentikan lahirnya zombie-zombie baru.

Di akhir cerita, sempat terjadi konflik yang cukup menegangkan, dimana Wallace ternyata meninggalkan Lena sendirian dan lari membawa suatu alat penting yang diambil Lena ketika dia mengnon-aktifkan mesin tersebut. Wallace kabur membawa alat tersebut meninggalkan Lena yang sempat dia tembak dengan pistol.

Cerita ini masih menyisakan penasaran dan segudang pertanyaan yang belum terjawab. Lena yang ternyata masih hidup, seorang pria yang ternyata memiliki cincin yang sama yang digunakan Lena ketika menon-aktifkan mesin, dan hubungan antara Wallace dan Lena. Tentunya film ini layak untuk dijadikan tontonan bagi kita. Dibalut dengan teknologi tingkat tinggi dan jalan cerita yang tidak ‘basi’.

Namun, jika dianalisis lagi film ini sarat akan pelecehan SARA. Film ini cenderung memojokkan kebringasan NAZI yang digambarkan dalam film ini, dan digambarkan bahwa NAZI adalah manusia yang tidak memiliki perikemanusian. Disamping itu, misteri proyek NAZI yang ingin membuat RAS manusia unggul juga dimunculkan dalam film ini walaupun secara implisit. Tetapi secara kemprehensif, menurut perspektif saya adalah film yang keren dan seru.

Demikianlah resensi ini saya perbuat. Semoga bermanfaat buat teman-teman sekalian. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

UOUS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s