Resensi Film: BattleGround

Tahun ‘77

Perang Vietnam minyasakan bekas-bekas pertempuran yang berdampak sampai era sekarang. Hingga gencatan senjatan akhirnya kunjung tiba tahun 1977, AS – Vietnam secara diplomatis menyudahi perhelatan gejolak senapan dan meriam itu yang sebelumnya sudah menelan banyak korban jiwa. Pasca peristiwa tersebut, masih tersisa seorang tentara AS yang masih bertahan di Vietnam. Entah karena tidak mendapatkan bantuan ketika pertempuran usai, atau karena memang sengaja tidak diselamatkan oleh pemerintah AS, yang pasti ada seorang prajurit yang masih tersisa di medan juang. Tentara ini pun akhirnya sendiri mempertahankan hidupnya di Negara yang pernah ‘diinvasi’ Negaranya. Akhirnya dia mencoba bertahan di hutan dengan membangun gedung bawah tanah.

Tahun sekarang,

Saya sebut ‘Sekarang’, karena waktu yang pasti tidak diberitahu kepada para penonton. Namun melihat situasi dan kondisi sepertinya ‘sekarang’ bisa diartikan zaman abad ke-21 ini.

Suatu kesempatan ada lima orang perampok yang sukses merampok dan mendapat juataan dolar. Mereka melarikan diri menggunakan mobil ambulans. Dan sempat mengganti mobil ambulans tersebut dengan mobil van yang ditukar ditengah jalan. Ini dilakukan agar pelarian mereka tidak tercium sebab seluruh media telah memberitakan mereka. Ketika sampai di SPBU, salah seorang (Mitch), coordinator kelompok tersebut, melakukan komunikasi dengan bos mereka melalui telepon koin. Namun berita tak sedap harus diperoleh kelompok tersebut karena mereka harus menunda kepulangan mereka semalam, karena di bandara mereka telah dicari-cari sementara jika mereka bermalam, bos mereka akan mengusahakan alternative lain untuk menjemput mereka.

Akhirnya mereka bermalam di Negara itu dan mencari tempat yang terpencil untuk bermalam, dan akhirnya mereka menemukan sebuah rumah tua dan kosong di dalam hutan.

Setelah membuka pintu rumah kosong tersebut, dan beberapa menit setelah mereka duduk, terjadi pertikaian karena ketidaksepakatan pembagian uang hasil rampokan sesama anggota hingga berujung pada kematian dari salah satu anggota kelompok tersebut. Agar tidak meninggalkan jejak mereka mengubur jasad anggota tersebut tak jauh dari tempat peristirahatan mereka.

Kegiatan bunuh – membunuh sudah menjadi hal yang biasa di tengah dinamika kelompok mafia seperti ini. Karena kelompok seperti ini sangat sarat dengan risiko yang bisa mengancam kehdupan mereka pribadi.

Setelah menguburkan jasad anggota tersebut, mereka kembali ke rumah dan beristirahat.

Esok paginya, ada yang tidak beres karena mobil van yang mereka kendarai lenyap. Suasana semakin panic ketika mereka harus mengejar waktu agar bisa sampai ke bandara jam 10 pagi. Sementara van sudah hilang tanpa bekas.

Lalu semua anggota tersentak ketika kuburan terbuka dan jasad anggota yang kemarin ditanam telah hilang. Dan yang semakin anehnya, tak ada jejak. Padahal semalaman hujan. Mereka bertanya-tanya, siapa yang melakukan ini semua. Akhirnya mereka mencoba untuk mencari tahu dengan mengitari hutan tersebut. Namun inilah awalnya mereka akan terperangkap dalam sebuah permainan yang akan samakin membuat film ini semakin menarik.

Di pengitaran hutan, tiba-tiba mereka melihat sesosok wanita yang ketakutan dan panic. Ternyata wanita tersebut baru saja menyaksikan pacarnya harus mati di tembak oleh orang tidak dikenal, namun kelompok tersebut kurang merespon kesaksian wanita itu dan tetap melanjutkan penitaran hutan. Namun tidak lama berselang, terdengar suara senapan, yang keluar dari mulut senapan yang dipegang teman mereka. Ternyata teman tersebut mencoba membawa uang hasil rampokan mereka. Namun ditengah perjalanan pelariannya membawa uang tersebut, dia di serang dengan panah oleh orang yang tidak dikenal. Uang dan jasad anggota tersebut pun dibawah kabur. Sementara tersisa hanya senjata yang sempat bersuara. Tinggalah mereka 3 orang lagi ditambah seorang wanita.

Kembali mereka mencari siapa sebenarnya yang menciptakan permainan ini. Lama mereka mencari, mereka melihat ada tas hitam yang notabene adalah tempat uang yang dibawa kabur tadi dari kejauhan. Salah seorang dari mereka langsugn berlari namun ternyata itu adalah sebuah jebakan ranjau dan akhirnya tas pun meledak dan uang yang didalamnya habis terbakar.

Sementara salah satu anggota dari kelompok tersebut sudah tertangkap oleh orang yang ternyata adalah prajurit AS yang masih tersisa bekas pertempuran AS – Vietnam yang tidak di bawa ke AS. Tidak lama akhirnya anggota tersebut  pun mati oleh timah panas tepat di kepalanya. Sisalah dua orang mereka dan satu orang wanita tersebut.

Karena duit hasil rampokan sudah ludes terbakar, akhirnya salah seorang anggota pergi entah kemana dan meninggalkan Mitch. Karena memang sudah tidak memiliki motivasi lagi sehingga dia berjalan sendiri mencari jalan keluar. Tak berselang lama, anggota yang berjalan tadi menemukan sebuah pintu bawah tanah. Segera, dia membuka pintu tersebut yang diselimuti beberapa ilalang. Kemudian dia masuk ke dalam. Mencari tentara misterius yang membuat permainan ini.

Sementara Mitch meratapi kejadian yang mereka alami. Kemudian dia beranjak, berjalan kembali mengitari hutan untuk mencari siapa sebenarnya dalang semua ini. Akhirnya dia sampai pada rumah yang lengang. Dia masuk dan mendapati seorang tua, yang masih kokoh, adalah bekas prajurit perang AS ketika perang AS – Vietnam yang masih berada di tempat tersebut. Mitch dan orang tua tersebut melakukan komunikasi dan akhirnya komunikasi berujung pada, suara senapan yang bersarang pada dada mitch, Mitch tergulai dan setengah nyawa pada bangku tempat dia duduk ketika melakukan komunikasi.

Sementara anggota yang sudah masuk bawah tanah tadi bertemu dengan wanita yang pacarnya telah dibunuh juga oleh bapak tua itu. akhirnya mereka berjalan, namun gerak mereka ketahuan oleh bapak tua, hingga akhirnya pun tewas juga. Dan semua akhirnya tak bersisa, tinggal bapak tua seorang prajurit perang yang masih survival.

Film ini berpesan bagaimana seorang prajurit yang telah mengorbankan nyawanya ternyata tidak diperdulikan Negara, bahkan jasa-jasanya seolah tidak ada artinya. Sehingga mantan prajurit tersebut melampiaskannya pada warga AS yang ditemuinya sedang berada di hutan tersebut.

Film ini tidak terlalu menggunakan setting banyak. dan actor-aktor dalam film ini juga tidak terlalu ramai. Namun film ini bisa menyajikan ketegangan, penasaran dan tentunya film ini menarik untuk ditonton.

Barangkali demikian singkat ringkasan dan resensi film “Battleground”, dan jika ada sesuatu yang menyinggung para pembaca, saya mohon maaf. Dan semoga tulisan ini bisa berguna bagi para pembaca. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.

UOUS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s