TIME dan Karakter Budaya

Apresiasi kepada pemerintah daerah Lampung karena kembali menjadi tempat perhelatan Tourism Indonesia Mart & Expo (Pasar Wisata Indonesia) tahun 2012. Untuk kali kedua secara beruntun Provinsi Lampung menjadi tuan rumah kegiatan ini setelah tahun 2011 juga menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan skala Internasional yang didukung langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Kegiatan ini seyogianya akan dilaksanakan pada tanggal 09-12 Oktober 2012 dan bersamaan dengan Acara Festival Krakatau yang notabene merupakan event terbesar di Provinsi Lampung. Kedua kegiatan akbar ini bisa digunakan sebagai peluang untuk memperkenalkan sisi eksotik pariwista keindahan alam Lampung kepada masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.

Menilik hajatan TIME, selain memperkenalkan pariwisata dalam negeri khususnya pariwisata tuan rumah, agenda ini juga memiliki konsep Traveling Product Promotion. Kegiatan ini akan mempertemukan pelaku dan penyedia jasa wisata (seller) untuk mempromosikan jasa wisata kepada turis-turis dalam dan luar negeri (buyer) sehingga bisa meningkatkan popularitas pariwista Indonesia pada umumnya dan Provinsi Lampung pada khususnya.

 

Berkaca pada tahun 2011, kegiatan TIME yang dilaksanakan di provinsi Bumi Ruwai Jurai dihadiri oleh 77 buyer dari 27 negara dan 84 seller dari 64 perusahaan dari berbagai propinsi di Indonesia. Selain itu Lampung juga sukses mengadakan kegiatan TIME setahun silam.

 

Hanya saj proses mempromosikan pariwisata local tidak akan berjalan dengan baik kalau karakter budaya di provinsi tersebut masih konvensional dan tidak dinamis. Setidaknya jika melihat beberapa kasus yang ditemukan dari berbagai penjuru provinsi Lampung, banyak turis-turis masih belum bisa nyaman menikmati alam pariwisata negeri Siger ini. Ketidaknyamanan ini diduga karena masyarakat masih belum siap menerima turis local ataupun turis asing. Bentuk ketidaksiapan dikarenakan adanya fenomena yang masih belum diterima di beberapa daerah yang memiliki karakter budaya yang primitif.

 

Dalam hal ini, bentuk follow-up kegiatan seperti ini akan terhambat mengingat permasalahan ini menyangkut karakter budaya. Pemerintah daerah perlu membuat problem-solving agar upaya meningkatkan pariwisata yang menyenangkan di provinsi ini bisa berjalan seperti yang diharapkan.

 

Pada beberapa daerah di Provinsi Lampung memang masih memiliki karakter budaya yang kurang terbuka, sehingga masih banyak hal-hal tabu yang dilihat masyarakat dari aktivitas para turis yang ingin melakukan perjalanan wisata ke Lampung. Padahal untuk meningkatkan pendapatan daerah, pariwisita merupakan salah satu sektor yang cukup efektif untuk diberdayakan.

 

Antisipasi yang berlebihan ditunjukkan dari masyarkat di provinsi ini dengan respon yang kurang korperatif untuk menerima masuknya turis. Sifat naluriah seperti ini justru akan merugikan provinsi Lampung dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata daerah.

 

Maka dari itu, selain mempersiapkan kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini, pemerintah daerah dianggap perlu untuk mensosialisasikan strategi peningkatan pariwisata lampung terhadap turis yang datang dengan batasan-batasan norma yang dianggap relevan. Dan pemerintah bisa mengajak masayarakat agar membuka diri tanpa meninggalkan karakter budaya hakiki daerah setempat secara komunikatif, sehingga mata dunia bisa melihat indahnya alam Sang Bumi Ruwai Jurai. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyaraka dan masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan pariwisata daerah, niscaya bukan tidak mungkin provinsi Lampung akan bisa melampaui ketenaran Pulau Dewata di mata dunia. Karena pada dasarnya Porvinsi Lampung adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata yang cukup baik apalagi dengan menyaksikan keindahan-keindahan alamnya.

 

Dan semoga kedepan sektor periwisata daerah lebih diperhatikan lagi, mulai dari perbaikan fasilitas dan infrastruktur objek wisata serta meretaskan permasalahan perbedaan karakter budaya daerah setempat dengan budaya luar daerah Lampung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s